- PLB 170B Malioboro Ekspres relasi Purwokerto–Malang, BLB 23 menit.
- KA 704 Commuter Yogyakarta–Palur, BLB 34 menit.
- KA Sancaka relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng, BLB 30 menit.
- KA 2602 Mawalo Tanker relasi Rewulu–Madiun, BLB 33 menit.
- KA 154 Ranggajati relasi Cirebon–Surabaya Gubeng, BLB 28 menit.
- KA 724 Commuter Yogyakarta–Palur, BLB 32 menit.
- PLB 74B Fajar Utama relasi Pasar Senen–Solo Balapan, BLB 27 menit.
- KA 540 Bandara Yogyakarta Internasional Airport–Yogyakarta, BLB 12 menit.
- KA 2704 Brambanan Service relasi Kampung Bandan–Solo Balapan, BLB 17 menit.
- PLB 578A Bias relasi Adi Soemarmo–Madiun, BLB 30 menit.
- PLB 573B Bias relasi Caruban–Adi Soemarmo, BLB 15 menit.
- KA 5 Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng–Gambir, BLB 32 menit.
- KA 235F Sancaka Utara relasi Solo Balapan–Cilacap, BLB 34 menit.
- PLB 9A Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng–Bandung, BLB 38 menit.
- KA 503 Commuter Prameks relasi Yogyakarta–Kutoarjo, BLB 31 menit.
- KA 69 Malabar relasi Malang–Bandung, BLB 36 menit.
- KA 2603 Mawalo Tanker relasi Madiun–Rewulu, BLB 18 menit.
- KA 515 Batara Kresna relasi Wonogiri–Purwosari, BLB 22 menit.
- KA 565 Yogyakarta Internasional Airport–Yogyakarta, BLB 24 menit.
- KA 527 Yogyakarta Internasional Airport–Yogyakarta, BLB 34 menit.
Gempa Cilacap Terasa di Jogja, 20 Perjalanan KA Sempat Berhenti

- Gempa berpusat di Cilacap yang terasa hingga Yogyakarta pada Jumat, 4 September 2026 pukul 12.05 WIB membuat KAI Daop 6 memberlakukan berhenti luar biasa.
- Petugas memeriksa jembatan, rel, prasarana pendukung, dan rangkaian kereta untuk memastikan keselamatan; seluruh lintas dinyatakan aman pada pukul 12.34 WIB.
- Sebanyak 20 perjalanan kereta, termasuk Commuter, Sancaka, Argo Semeru, dan layanan Bandara YIA, sempat berhenti selama 12 hingga 38 menit sebelum melanjutkan perjalanan.
Yogyakarta, IDN Times – PT KAI Daop 6 Yogyakarta memastikan seluruh perjalanan kereta api (KA) di wilayah operasionalnya berlangsung aman setelah gempa yang berpusat di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, turut dirasakan di sejumlah wilayah, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 12.05 WIB. Sebanyak 20 kereta api sempat berhenti luar biasa (BLB).
Demi memastikan keselamatan perjalanan, KAI Daop 6 Yogyakarta sempat memberlakukan berhenti luar biasa (BLB) terhadap sejumlah perjalanan KA. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan waktu bagi petugas memeriksa kondisi prasarana dan sarana perkeretaapian setelah gempa terjadi.
1. Petugas langsung periksa jalur hingga jembatan

Ilustrasi Kereta Api Pangandaran. (Dok. KAI) Tim lapangan KAI Daop 6 Yogyakarta langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai prasarana perkeretaapian. Pemeriksaan mencakup jembatan, jalur rel, prasarana pendukung lainnya, hingga kondisi rangkaian KA. Setelah pemeriksaan selesai dan tim memastikan seluruh lintasan serta jalur KA dalam kondisi aman, perjalanan kereta api yang sebelumnya berhenti luar biasa kembali dilanjutkan.
“KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para penumpang yang terdampak dan terima kasih banyak atas kesabaran para pelanggan atas kondisi tersebut,” ujar Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).
2. Seluruh lintas dinyatakan aman pukul 12.34 WIB

Para calon penumpang kereta api mengantre untuk menunggu kedatangan kereta api. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang) Feni mengatakan pemeriksaan prasarana dan sarana setelah gempa merupakan prosedur wajib yang dilakukan KAI. Langkah tersebut untuk memastikan aspek keselamatan perjalanan tetap terjaga. “Pada pukul 12.34 WIB, seluruh lintas dinyatakan aman dan seluruh KA yang BLB dapat melanjutkan perjalanannya,” katanya.
Dengan demikian, penghentian sementara perjalanan KA tidak berlangsung lama. Setelah kondisi jalur dipastikan aman, kereta api kembali melanjutkan perjalanan sesuai kondisi operasional masing-masing.
3. Ini 20 KA yang sempat berhenti luar biasa

Rangkaian gerbong kereta api ekonomi berhenti di salah satu stasiun wilayah Daop 4 Semarang. (IDN Times/Dok Humas KAI Daop 4 Semarang) Sebanyak 20 perjalanan KA tercatat sempat menjalani prosedur BLB untuk pemeriksaan prasarana dan sarana pascagempa. Berikut daftarnya:
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa dengan magnitudo 5.4 pada Jumat (4/9/2026) pukul 12.04 WIB. Pusat gempa berada di laut, tepatnya 77 km tenggara Cilacap, dengan kedalaman 10 Km. Gempa tersebut dilaporkan dirasakan di wilayah DIY, Kebumen, Cilacap, Purwokerto, Pacitan, hingga Pangandaran.















