Special screening Film Dan Bandung di XXI Ambarrukmo Plaza, Sabtu (8/8/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Keisya Levronka yang memerankan karakter Susi mengaku memiliki pengalaman berbeda ketika menjalani proses produksi Dan Bandung. Sebagai penyanyi, Keisya lebih sering berada di atas panggung untuk bernyanyi. Proses bermain film menjadi pengalaman yang memberi tantangan tersendiri.
Namun menurut Keisya, tantangan terbesar terjadi sebelum proses syuting dimulai. Tim menjalani simulasi secara intensif sehingga saat kamera mulai merekam, para pemain cukup matang dengan karakter maupun adegan yang akan dimainkan. "Karena kita proses simulasinya lama. Jadi selama syuting itu langsung lancar, karena matang banget kesimulasinya," kata Keisya.
Ia mengungkapkan metode penyutradaraan Rudy Soedjarwo menjadi pengalaman baru baginya. Salah satu perbedaannya adalah penggunaan skrip yang tidak terlalu kaku. "Om Rudy itu tidak terlalu menggunakan skrip. Kita selalu skripnya itu hanya untuk guide saja. Jadi kita membangun dialognya itu semua sendiri dan bareng-bareng," ujarnya.
Sementara itu, Shanna Shannon yang berperan sebagai Elma mengatakan proses produksi film berlangsung sekitar tiga minggu. Namun, waktu yang dibutuhkan para pemain untuk mempersiapkan diri jauh lebih panjang.
Sebelum syuting, para pemain menjalani simulasi selama sekitar satu bulan. Total proses yang dijalani Shanna bersama para pemain mencapai sekitar dua bulan. "Proses syutingnya itu mungkin hampir satu bulan, jadi tiga minggu. Tapi sebelum itu kita ada proses simulasi, jadi simulasi itu satu bulan sebelum syuting. Jadi mungkin totalnya itu semua dua bulan," ujar Shanna.
Dalam memerankan Elma, Shanna merasa memiliki keuntungan karena karakter tersebut mempunyai sejumlah kesamaan dengan dirinya. Elma digambarkan sebagai sosok yang pendiam sehingga Shanna tidak membutuhkan perubahan karakter yang terlalu ekstrem. "Untungnya sifat Elma itu sama persis kayak aku. Dia pendiam, jadi aku gak harus lupa apa-apa," katanya.
Meski demikian, Shanna tetap menemukan tantangan ketika harus memainkan sisi emosional Elma, terutama ketika berhadapan dengan persoalan keluarganya. Menurutnya, sisi emosional tersebut menjadi bagian yang paling membutuhkan pendalaman agar karakter Elma dapat ditampilkan secara meyakinkan.
"Cuman mungkin yang lebih menantang itu karena ada banyak banget sifat emosional, terutama dengan keluarganya Elma. Jadi itu yang menjadi tantangan buat aku," ujar Shanna.