Layanan Penukaran Uang Pecahan di Jogja Dimulai, BI Siapkan 48 Titik  

Hingga Lebaran, BI siapkan dana Rp4,2 triliun di Jogja

Yogyakarta, IDN Times - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memulai penukaran uang pecahan yang biasanya ramai menjelang Lebaran. Warga yang hendak menukarkan uang pecahan ke BI telah disiapkan dua bentuk layanan, yakni di kantor perbankan dan kas keliling.

1. BI siapkan 48 tempat untuk menukarkan uang

Layanan Penukaran Uang Pecahan di Jogja Dimulai, BI Siapkan 48 Titik  Ilustrasi penukaran uang. IDN Times/Holy Kartika

Direktur Kantor Perwakilan BI DIY Budiharto Setyawan layanan penukaran uang di perbankan, BI bekerja sama dengan perbankan menyiapkan 48 titik penukaran di bank di seluruh Jogja mulai tanggal 4 hingga 29 April 2022.

"Penukaran uang di mobil kas keliling BI, mulai tanggal 12 April 2022. Penukaran uang melalui kas keliling BI kembali hadir setelah vakum dua tahun akibat pandemi," kata Budhi, Selasa (12/4/2022). 

2. BI siapkan uang Rp4,2 triliun selama Ramadan dan Lebaran di Jogja

Layanan Penukaran Uang Pecahan di Jogja Dimulai, BI Siapkan 48 Titik  Ilustrasi uang (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Sementara selama Ramadan, BI menyiapkan uang Rp4,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat hingga Lebaran 2022.

"Angka ini naik sebesar 4 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Budi melalui keterangan tertulis. 

Menurut Budi, penyediaan uang sesuai dengan pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut serta mengantisipasi peningkatan transaksi masyarakat.

 

Baca Juga: 6 Tempat Wisata di Jogja yang Buka Saat Lebaran, Semua Seru!

Baca Juga: 6 Minuman Unik di Jogja Cocok untuk Hangatkan Tubuh 

3. Dorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai

Layanan Penukaran Uang Pecahan di Jogja Dimulai, BI Siapkan 48 Titik  Ilustrasi Cashless (IDN Times/Arief Rahmat)

Bank Indonesia menempuh tiga langkah untuk memastikan kelancaran sistem pembayaran nasional, terutama memfasilitasi kegiatan perekonomian dan kebutuhan masyarakat. Langkah pertama adalah menyediakan uang layak edar dalam jumlah yang cukup dan higienis serta layanan penukaran uang di seluruh Indonesia.

Berikutnya, mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai, antara lain QRIS, uang elektronik, BI-FAST, dan digital banking, yang dapat meminimalisir kontak fisik dalam bertransaksi.

"Kami juga melakukan kesiapan sistem dan layanan kritikal BI untuk menjamin keberlangsungan operasional sistem pembayaran yang diselenggarakan BI (tunai dan nontunai) serta sistem pembayaran yang diselenggarakan industri," ujar Budiharto.

 

Topik:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya