Potret Panggung Krapyak (kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Tak sulit kok menemukan Kalurahan Panggungharjo karena desa ini berbatasan dengan Kota Jogja. Selain itu, letaknya juga tak jauh dari Panggung Krapyak yang masuk dalam sumbu imajiner. Sumbu imajiner adalah garis lurus yang membelah Yogyakarta.
Pada zaman dulu, Panggung Krapyak disebut dengan Kandang Menjangan dan berfungsi sebagai tempat peristirahatan serta tempat Sultan dan keluarganya saat berburu, terutama menjangan. Menjangan sendiri adalah rusa yang dulunya cukup banyak berkeliaran di kawasan tersebut.
Mengutip dari laman Desa Panggungharjo, pada abad ke-9 sampai ke-10 daerah tersebut adalah kawasan agraris. Ini bisa dibuktikan karena adanya situs yoni yang berada di Karang Gede di Pedukuhan Ngireng-Ireng. Dari situ lah muncul berbagai budaya yang bersifat pengormatan kepada alam seperti gejuk lesung, upacara merti dusun, upacara wiwitan, kothekan, dan sebagainya.
Di abad ke-16, wilayah sekitar Panggungharjo menjadi kawasan wisata karena banyaknya hewan liar. Sedangkan pada abad ke-17, menjadi sarana olahraga dan berburu menjangan oleh keluarga keraton Yogyakarta hingga berdiri lah Panggung Krapyak.
Itulah beberapa fakta menarik tentang Kalurahan Panggungharjo yang membuat kian yakin bahwa bukan tanpa dasar mendapat pujian Mahmud MD saat acara debat cawapres lalu. Dan, keberhasilan Kalurahan Panggungharjo dalam menjadi desa mandiri diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya sehingga masyarakatnya aman, tentram, dan bangga tinggal di dalamnya.