Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dugaan Keracunan MBG di Sleman, 229 Orang Alami Keluhan Kesehatan
Ilustrasi makanan bergizi yang disajikan dalam kemasan ompreng (unsplash.com/Obi)
  • Pendataan Dinas Kesehatan Sleman terhadap 1.110 responden mencatat 229 orang mengalami keluhan kesehatan, terutama sakit perut dan diare, setelah menerima MBG pada 31 Agustus 2026.
  • Kasus dilaporkan pada penerima manfaat SPPG Sleman Pandowoharjo di SD Negeri Nyaen 2 dan TK Keluarga; satu orang menjalani rawat jalan, tanpa pasien rawat inap.
  • Pemeriksaan laboratorium, analisis epidemiologi, inspeksi sanitasi, dan pemantauan masih berlangsung; sampel makanan diamankan serta operasional SPPG terkait dihentikan sementara menunggu rekomendasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 229 dari 1.110 responden di Sleman melaporkan keluhan kesehatan, terutama sakit perut dan diare, setelah diduga mengonsumsi Makan Bergizi Gratis pada 31 Agustus 2026.
  • Who?
    Penerima manfaat di SD Negeri Nyaen 2 dan TK Keluarga terdampak. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, KPPG Sleman, Puskesmas, Korwil, Korcam, dan SPPG melakukan penanganan.
  • Where?
    Kejadian dilaporkan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada penerima manfaat yang dilayani SPPG Sleman Pandowoharjo, Brayut, Pandowoharjo, Sleman.
  • When?
    Makanan dikonsumsi pada Senin, 31 Agustus 2026. Laporan gangguan pencernaan diterima Selasa, 1 September 2026, sementara pembaruan pendataan disampaikan Kamis, 3 September 2026.
  • Why?
    Penyebab keluhan kesehatan hingga saat ini belum ada kepastian. Pemeriksaan laboratorium dan analisis epidemiologi masih berlangsung untuk mengidentifikasi pemicu dugaan keracunan.
  • How?
    Dinas Kesehatan dan instansi terkait melakukan pendataan, penyelidikan epidemiologi, pemeriksaan lapangan, inspeksi sanitasi, serta mengamankan sampel makanan. Operasional SPPG terkait dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan dan rekomendasi diperoleh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Sleman, banyak anak sekolah merasa sakit perut dan diare setelah makan Makan Bergizi Gratis. Dari 1.110 orang yang ditanya, ada 229 orang yang punya keluhan. Dinas Kesehatan sedang mencari tahu penyebabnya. Sampel makanan diperiksa. Tempat yang membuat makanan itu ditutup dulu sementara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sleman, IDN Times - Sejumlah siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Sleman diduga mengalami gejala keracunan imbas mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan pada Senin (31/8/2026) kemarin. Berdasarkan hasil pendataan terhadap 1.110 responden, didapati sebanyak ratusan orang dengan keluhan kesehatan.

Alami sakit perut dan diare

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati menuturkan, pihaknya sejak dugaan kasus keracunan mencuat hingga kini masih terus melakukan penyelidikan epidemiologi.

Hasil pendataan terhadap 1.110 responden, ditemukan 229 orang mengaku mengalami keluhan kesehatan. "Gejala yang paling banyak dilaporkan adalah sakit perut dan diare," kata Yuliati dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Yuliati bilang, proses proses pemeriksaan laboratorium dan analisis epidemiologi lanjutan masih berlangsung untuk mengungkap pemicu dugaan kasus keracunan ini.

"Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait terus melakukan penanganan, pemantauan, serta akan menyampaikan informasi terbaru berdasarkan hasil pemeriksaan yang terverifikasi," katanya.

Menu bola-bola ayam saus mentai hingga tumis pokcoy

Ilustrasi dapur MBG. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Terpisah, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman, Harsono Budi Waluyo, menuturkan pihaknya menerima laporan dugaan gangguan pencernaan pada sejumlah penerima manfaat yang dilayani SPPG Sleman Pandowoharjo, Brayut, Pandowoharjo, Sleman, pada Selasa (1/9/2026).

Kata Harsono, berdasarkan pendataan bersama Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, kasus ini menimpa para penerima manfaat di SD Negeri Nyaen 2 dan TK Keluarga.

Berdasarkan keterangan Harsono per siang tadi tercatat satu orang menjalani pemeriksaan rawat jalan di Puskesmas, dan tidak terdapat penerima manfaat yang menjalani rawat inap.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bersama KPPG, Korwil, Korcam, dan pihak SPPG, kata Harsono, sudah melakukan pemeriksaan lapangan dan inspeksi sanitasi. Sampel makanan juga telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

"Adapun menu yang dikonsumsi pada Senin, 31 Agustus 2026, terdiri dari nasi putih, bola-bola ayam saus mentai, tahu pop krispi, tumis pokcoy, dan buah melon," kata Harsono dalam keterangannya, Selasa.

Operasional SPPG dihentikan sementara

Sementara belum dapat dipastikan penyebab keluhan kesehatan ini, kata Harsono, sebagai langkah kehati-hatian maka operasional SPPG terkait dihentikan sementara.

"Dihentikan sementara sampai hasil pemeriksaan dan rekomendasi Dinas Kesehatan serta pihak terkait diperoleh," imbuhnya.

Lebih lanjut, Harsono mengatakan, KPPG Sleman memastikan pemantauan terhadap kondisi penerima manfaat terus dilakukan dan seluruh proses penanganan dilaksanakan sesuai prosedur.

"Dengan mengedepankan keselamatan penerima manfaat serta prinsip kehati-hatian," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article