Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Disdik Sleman Akan Tambah 85 SD Lagi untuk Uji Coba PTM

Kab. Sleman
Disdik Sleman Akan Tambah 85 SD Lagi untuk Uji Coba PTM
Sejumlah murid SD saat mengikuti PTM. (IDN Times/Moch Fad)
Share Article

Sleman, IDN Times - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Kabupaten Sleman sudah mulai dilakukan sejak awal Oktober 2021.

Untuk jenjang SMP, PTM Terbatas sudah dilakukan sejak 4 Oktober 2021 yang melibatkan 119 SMP. Sementara itu, untuk jenjang SD, PTM Terbatas mulai dilakukan pada 11 Oktober 2021 dengan melibatkan 85 sekolah dasar.

  1. 1. Hasil evaluasi, PTM Terbatas berjalan dengan baik

    Sejumlah pelajar SMP saat mengikuti PTM.IDM Times/Moch Fad
    Sejumlah pelajar SMP saat mengikuti PTM.IDM Times/Moch Fad

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana, menjelaskan dari hasil evaluasi yang dilakukan, PTM Terbatas telah berjalan dengan baik. SOP yang telah disusun oleh Disdik telah dipatuhi oleh masing-masing sekolah dan warga sekolah.

    "Evaluasinya berjalan dengan baik. Sekolah prokes betul, juknis yang kita disampaikan sudah dilaksanakan, pembelajaran seperti yang sudah kami atur," ungkapnya pada Selasa (19/10/2021).

  2. 2. Pekan depan, 170 SD akan susul PTM Terbatas

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana IDN Times/Siti Umaiyah
    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana IDN Times/Siti Umaiyah

    Setelah diketahui evaluasi berjalan dengan baik, maka pihaknya akan menyiapkan penambahan sampling SD. Jika dulunya hanya ada 5 SD per kapanewon yang diuji coba PTM Terbatas, maka pekan depan akan ditambah lagi 5 SD per kapanewon.

    "Sehingga kita akan melaksanakan PTM Terbatas untuk total sekarang 170 SD mulai pekan depan," katanya.

  3. 3. Jam pembelajaran belum akan ditingkatkan

    Pelajar SMP saat mengikuti PTM.IDN Times/Moch Fad
    Pelajar SMP saat mengikuti PTM.IDN Times/Moch Fad

    Kendati saat ini Kabupaten Sleman telah masuk ke PPKM Level 2, namun Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman belum akan melakukan penambahan jam maupun jumlah hari pembelajaran bagi masing-masing siswa. Saat ini dalam satu minggu, siswa hanya akan masuk 2 kali, di mana untuk siswa SD 2 jam dalam sehari, sedangkan untuk SMP 3 jam dalam sehari.

    "Kaitannya dengan pembelajarannya, sementara belum ditingkatkan jumlah maupun jamnya, karena masih transisi. Kita terus dievaluasi dan akan dikaji lagi," paparnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More