Aula PT Primissima (primissima.co.id)
Usmansyah menjelaskan, ada 425 karyawan yang dirumahkan sementara sejak 12 Juni 2024. Mereka terdiri dari para pegawai produksi, manajemen, hingga direksi. Keputusan ini diambil setelah perusahaan berhenti beroperasi sejak 1 Juni usai perusahaan sempat meliburkan karyawan 11 hari dengan membayar gaji secara penuh.
"Tapi kalau libur gaji penuh, beban kami makin berat, akhirnya terpaksa kami rumahkan," kata Usmansyah.
Kata Umansyah, kini cuma tersisa beberapa petugas keamanan alias satpam saja yang masih bertugas mengamankan aset-aset pabrik.
Kebijakan merumahkan karyawan diputuskan karena perusahaan tak kuasa membayarkan gaji sejak bulan Mei 2024. Bukan cuma pegawai, tapi termasuk direksi yang belum menerima pembayaran setara lima kali gaji.
"Itu yang belum digaji bukan cuma karyawan, direksi juga belum. Secara global, kami lima bulan gak gajian, tapi gak lima bulan sak-brek (berturut-turut) di bulan April 2023 ada yang kurang berapa persen, bulan ini berapa persen," imbuhnya.
Usmansyah menegaskan, pihaknya tetap membayarkan 25 persen dari total gaji untuk para karyawan yang dirumahkan. Dengan catatan, perusahaan berhutang sampai ada dana.