Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dirut Ungkap Kondisi PT Primissima yang Rumahkan Ratusan Pekerja

Kab. Sleman
Dirut Ungkap Kondisi PT Primissima yang Rumahkan Ratusan Pekerja
Direktur Utama PT Primissima (Persero), Usmansyah (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Intinya Sih
  • PT Primissima (Persero) merumahkan 425 karyawan sejak 12 Juni 2024 karena tak mampu membayar gaji penuh setelah berhenti beroperasi.
  • Krisis keuangan sejak 2020 membuat perusahaan tak bisa membeli bahan baku dan membayar operasional, hanya mampu menerapkan skema pesanan alias work order.
  • Pemerintah melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sedang melakukan restrukturisasi aset dan efisiensi operasional untuk mendapatkan dana talangan Rp2,4 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sleman, IDN Times - Direktur Utama PT Primissima (Persero), Usmansyah, mengungkap kondisi perusahaannya hingga harus diambil kebijakan untuk merumahkan ratusan karyawan.

"Terpaksa kami rumahkan, karena kalau dibiarkan terus akan merugikan perusahaan dan karyawan," kata Usmansyah ditemui di Sleman, DIY, Kamis (11/7/2024).

1. Direksi juga belum gajian

Aula PT Primissima (primissima.co.id)
Aula PT Primissima (primissima.co.id)

Usmansyah menjelaskan, ada 425 karyawan yang dirumahkan sementara sejak 12 Juni 2024. Mereka terdiri dari para pegawai produksi, manajemen, hingga direksi. Keputusan ini diambil setelah perusahaan berhenti beroperasi sejak 1 Juni usai perusahaan sempat meliburkan karyawan 11 hari dengan membayar gaji secara penuh.

"Tapi kalau libur gaji penuh, beban kami makin berat, akhirnya terpaksa kami rumahkan," kata Usmansyah.

Kata Umansyah, kini cuma tersisa beberapa petugas keamanan alias satpam saja yang masih bertugas mengamankan aset-aset pabrik.

Kebijakan merumahkan karyawan diputuskan karena perusahaan tak kuasa membayarkan gaji sejak bulan Mei 2024. Bukan cuma pegawai, tapi termasuk direksi yang belum menerima pembayaran setara lima kali gaji.

"Itu yang belum digaji bukan cuma karyawan, direksi juga belum. Secara global, kami lima bulan gak gajian, tapi gak lima bulan sak-brek (berturut-turut) di bulan April 2023 ada yang kurang berapa persen, bulan ini berapa persen," imbuhnya.

Usmansyah menegaskan, pihaknya tetap membayarkan 25 persen dari total gaji untuk para karyawan yang dirumahkan. Dengan catatan, perusahaan berhutang sampai ada dana.

2. Krisis keuangan menahun

Ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama)

Usmansyah menerangkan, kondisi ini dipicu krisis keuangan yang dialami perusahaan hingga tak mampu memiliki modal kerja. Mereka tak mampu membeli bahan baku dan membayar kebutuhan operasional sejak 2020.

PT Primissima belakangan cuma menerapkan skema pesanan alias work order (WO). Mereka mengerjakan benang milik pihak-pihak lain untuk dijadikan kain.

"WO sebulan dapat Rp1,2 miliar, gaji dan lain-lain Rp2 miliar lebih. Tambal sulam terus dan akhirnya mentok, gaji gak kebayar," bebernya.

Dengan skema kerja macam ini pun, perusahaan tentu tak bisa mencukupi pengeluaran pembiayaan listrik dan gaji karyawan.

3. Upaya penyelamatan perusahaan

PT Primissima (IDN Times/Tunggul Damarjati)
PT Primissima (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Usmansyah melanjutkan, saat ini pemerintah berupaya penyelamatan perusahaan sedang dilakukan lewat campur tangan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Kata dia, restrukturisasi aset dan efisiensi operasional secara optimal dibutuhkan demi cairnya pinjaman modal. Ini juga agar pinjaman modal kerja mendatang mampu dijamin dan dikembalikan.

PPA sekarang juga berunding dengan Bank Mandiri untuk mendapatkan jatah jaminan yang sebagian dipakai sebagai dana talangan ke PT Primissima. Usmansyah merinci, aset perusahaan tercatat Rp180 miliar, sedangkan hutang ke Bank Mandiri sekitar Rp55 miliar.

Ia memperkirakan dana talangan akan mengucur sebesar Rp2,4 miliar dan itu akan dipakai untuk belanja bahan baku dan membayar gaji pegawai. Sedangkan Rp550 juta dialokasikan untuk meremajakan suku cadang 80 dari 400-an unit mesin-mesin tua.

"Itu paling utama, karena kalau kita dapat dana berapapun, mesinnya gak jalan, enggak akan bisa dikerjakan," ucapnya.

4. Bisa kerja lagi selambat-lambatnya Agustus

Direktur Utama PT Primissima (Persero), Usmansyah (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Direktur Utama PT Primissima (Persero), Usmansyah (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Besar harapan Usmansyah jika dana talangan ini bisa cair pada 20 Juli atau paling lama 1 Agustus 2024. Setelah itu, karyawan yang dibutuhkan dipekerjakan kembali, kemudian hutang-hutang lama akan mulai dicicil pelunasannya.

"Tapi, karena program efisiensi, nggak bisa semua karyawan masuk karena penghasilannya tidak akan meng-cover semua gaji karyawan," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More