Ilustrasi. Sejumlah santri Pondok Al-Fatah, Temboro, Magetan sedang mengisi data sebelum mengikuti rapid test COVID-19 di Puskesmas Mejayan, Kabupaten Madiun, Kamis (23/4). IDN Times/Nofika Dian Nugroho
Novi menerangkan, untuk pesantren yang lain, pihaknya juga akan mengambil swab. Hanya saja, untuk teknisnya akan dilakukan secara acak. Sehingga dari satu pesantren hanya memberikan perwakilan.
"Sifatnya adalah sampling, jadi beberapa pesantren Kita akan ambil secara acak. Jadi ada perwakilan, kita lakukan di suatu tempat," paparnya.
Selain ke pondok pesantren, Dinas Kesehatan Sleman juga berencana melakukan swab di beberapa kantor pelayanan publik, seperti Disdukcapil, Dinas Perizinan, dan terminal. Yang mana tempat-tempat pelayanan publik juga dianggap memiliki risiko penularan COVID-19 cukup tinggi.