Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dinas Perpustakaan Yogyakarta Gaungkan Gerakan Sumbang Buku
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta meluncurkan Gerakan Sumbang Buku 2026. (Dookumentasi Pemkot Yogyakarta)
  • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta meluncurkan Gerakan Sumbang Buku 2026 untuk mengajak masyarakat mendonasikan buku layak baca bagi sekolah, komunitas, dan kelompok yang membutuhkan.
  • Program ini menargetkan pengumpulan minimal 1.800 judul buku dengan periode donasi 2 Juni hingga 4 Juli 2026 melalui berbagai titik seperti perpustakaan, kampus, masjid, dan pusat layanan publik.
  • Buku yang diterima harus asli dan layak baca, bukan bajakan; gerakan ini juga mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat serta memperkuat budaya membaca di Yogyakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta meluncurkan Gerakan Sumbang Buku 2026. Program tahunan ini mengajak masyarakat untuk mendonasikan buku layak baca yang akan disalurkan kepada sekolah, perpustakaan, komunitas, hingga kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Gemar Membaca DPK Kota Yogyakarta, Rina Aryati Nugraha, gerakan tersebut lahir dari masih tingginya kebutuhan bahan bacaan di berbagai kalangan. Permintaan buku tidak hanya datang dari sekolah dan taman baca di Kota Yogyakarta, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya.

"Masih banyak komunitas dan lembaga pendidikan yang membutuhkan tambahan koleksi buku untuk mendukung kegiatan literasi. Karena itu, Gerakan Sumbang Buku menjadi salah satu upaya kami untuk membantu pemerataan akses bahan bacaan kepada masyarakat," ujar Rina, Senin (8/6/2026).

1. Bangun budaya membaca lebih kuat

ilustrasi baca buku (pexels.com/Kareem Abo el magd)

Rina menjelaskan program ini bukan sekadar kegiatan mengumpulkan buku, melainkan bagian dari upaya membangun budaya membaca yang lebih kuat di masyarakat. Buku yang terkumpul nantinya akan dipilah sebelum didistribusikan ke berbagai perpustakaan sekolah, perpustakaan kelurahan, kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Gerakan Sumbang Buku juga menjadi sarana untuk memperkuat koleksi Bank Buku milik DPK Kota Yogyakarta. Koleksi tersebut nantinya digunakan untuk mendukung program Rotate Your Book (RYB), sebuah inovasi yang memungkinkan masyarakat menukarkan buku bacaannya dengan koleksi yang tersedia di Bank Buku.

"Program Rotate Your Book rutin kami laksanakan, baik di Perpustakaan Kota Yogyakarta maupun melalui roadshow ke sekolah, kampus, dan ruang publik. Karena itu, ketersediaan koleksi Bank Buku perlu terus ditambah agar manfaatnya semakin luas," katanya.

2. Targetkan kumpulkan 1.800 buku

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta meluncurkan Gerakan Sumbang Buku 2026. (Dookumentasi Pemkot Yogyakarta)

Rina menjelaskan pada tahun ini, DPK Kota Yogyakarta menargetkan jumlah buku yang terkumpul minimal menyamai capaian tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan Gerakan Sumbang Buku tahun lalu, tercatat sekitar 1.800 judul buku berhasil dihimpun dari berbagai pihak.

Rina optimistis antusiasme masyarakat akan terus meningkat. Pasalnya, kesadaran warga untuk berbagi buku dan mendukung gerakan literasi semakin tumbuh dari tahun ke tahun.

"Masyarakat Kota Yogyakarta memiliki kepedulian yang cukup tinggi terhadap literasi. Kami berharap partisipasi tahun ini bisa semakin besar sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," ungkapnya.

Penerimaan donasi buku, kata Rina, berlangsung mulai 2 Juni hingga 4 Juli 2026. Ia menambahkan masyarakat dapat menyumbangkan buku melalui Boks Bank Buku yang tersedia di sejumlah lokasi strategis, seperti Perpustakaan Kota Yogyakarta, Perpustakaan PEVITA, Mall Pelayanan Publik Balai Kota Yogyakarta, Universitas Kristen Duta Wacana, Shopping Center Taman Pintar, Toko Buku Togamas, Bank BPD Cabang Senopati, Bank Jogja Patangpuluhan, Masjid Diponegoro Balaikota Yogyakarta, hingga Masjid Jogokariyan.

3. Buku yang diterima bukan buku bajakan

Ilustrasi baca buku (pexels.com/vlada karpovich)

Rina mengunngkapkan buku yang diterima adalah buku asli, bukan hasil fotokopi atau bajakan, dalam kondisi layak baca dan dapat berupa buku bacaan umum maupun fiksi. Sementara buku pelajaran, modul, dan Lembar Kerja Siswa (LKS) tidak termasuk dalam kategori yang dapat disumbangkan.

Lebih jauh, Rina menuturkan bahwa Gerakan Sumbang Buku turut mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) yang menjadi indikator penting dalam pembangunan literasi daerah.

"Melalui gerakan ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan bacaan yang berkualitas," ungkapnya.

Ia berharap Gerakan Sumbang Buku dapat menjadi gerakan bersama yang terus berkembang dan melibatkan semakin banyak pihak.

"Semoga gerakan ini tidak hanya menambah koleksi buku, tetapi juga membuka lebih banyak jendela pengetahuan, menumbuhkan minat baca, dan melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, serta berkarakter," jelas Rina.

Editorial Team

Related Article