Ilustrasi teroris (IDN Times/Mardya Shakti)
Sementara salah seorang warga Padukuhan Widoro, Wisnu, mengatakan bahwa WJN bukan asli warga Widoro dan hanya ikut istri yang merupakan warga Padukuhan Widoro. Wisnu yang juga perangkat Kalurahan Bangunharjo ini mengaku sosok WJN ini juga diduga yang pertama kalinya menyebarkan aliran keras kepada keluarga dari istrinya.
"Jadi keluarga WJN ini memang tertutup, kurang sosialisasi dengan warga," ujarnya.
Sementara Kapores Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono enggan berkomentar banyak dan meminta awak media untuk mengkonfirmasi langsung kepada Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
"Silakan konfirmasi langsung kepada Densus 88 Antiteror Mabes Polri atau tanya langsung ke warga," katanya saat dihubungi melalui telepon.