Sebagian orang mungkin langsung panik ketika mengetahui password media sosial atau akun mbanking mereka bocor. Tapi, pernahkah kamu membayangkan jika yang tersebar justru data kesehatan pribadi?
Selama ini, rekam medis kerap dianggap hanya sebagai kumpulan informasi yang membosankan dan tidak memiliki nilai berarti. Padahal, anggapan tersebut justru perlu diubah.
Hal ini menjadi salah satu sorotan dalam peluncuran kampanye digital “My Data Our Health: Dari Data Saya Untuk Kesehatan Bersama” yang digelar Center of Health Behavior and Promotion (CHBP) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), bagian dari koalisi Transform Health Indonesia, pada Selasa (11/8/2026). Kampanye tersebut mendorong masyarakat agar semakin sadar terhadap pentingnya perlindungan data pribadi, terutama data kesehatan.
Dalam forum itu juga terungkap bahwa di tengah perkembangan era digital, data kesehatan terus dikumpulkan dan nilainya ternyata jauh lebih penting daripada sekadar password media sosial. Ketua Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Tony Richard Samosir, bahkan menyebut data kesehatan sebagai “denyut digital pasien”.
Lantas, mengapa data kesehatan begitu penting untuk dilindungi? Berikut 5 alasan yang bikin kamu perlu mulai lebih peduli terhadap keamanan data kesehatan sendiri.
