Direktur Utama IDM, Febrina Intan. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Direktur Utama IDM, Febrina Intan, mengatakan gotong royong masyarakat menjadi bagian penting dalam program tersebut. Sebagian besar biaya renovasi memang berasal dari TWC, dengan anggaran berkisar Rp50 juta hingga Rp60 juta untuk satu rumah. Namun, dukungan warga membuat proses pembangunan dapat berjalan lebih maksimal. “Rumah ini kami perbaiki tiga minggu. Banyak masyarakat yang terlibat membantu membangun,” kata Febrina.
Program bedah rumah tersebut menjadi bagian dari komitmen TWC untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar destinasi yang dikelola. Febrina mengatakan keberadaan perusahaan tidak semata-mata ditujukan untuk mencari keuntungan, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi.
“Kami bahagia dengan apa yang kami lakukan. Tidak hanya mengelola destinasi, tetapi memberi manfaat kepada masyarakat sekitar, baik sosial maupun ekonomi. Itu jauh lebih berarti daripada apa yang kita dapatkan,” ujarnya.
Rumah Kroniah merupakan rumah ketiga yang direnovasi TWC sepanjang 2026. Sebelumnya, dua rumah di kawasan Borobudur juga telah diperbaiki dan diresmikan. Febrina mengatakan TWC rata-rata memperbaiki dua hingga tiga rumah setiap tahun. Ke depan, pihaknya berharap jumlah tersebut dapat ditingkatkan menjadi setidaknya lima rumah per tahun.
Kriteria penerima program juga tidak ditentukan semata dari kondisi fisik rumah. TWC melihat kebutuhan keluarga secara menyeluruh, termasuk kondisi ekonomi dan keberadaan sumber penghasilan. “Yang pertama rumahnya memang tidak layak, ada ekstrem kemiskinan. Terus juga memang tidak ada pemasukan sama sekali, jadi memang sangat bergantung kepada di mana mereka tinggal,” jelas Febrina.