Rapid test WN India di Sleman. (IDN Times/Istimewa)
Terpisah, Ketua RW 05, Kocoran, Caturtunggal, Rochpradejono menyebut para warga negara India itu datang ke lingkungannya dalam dua kelompok.
Rombongan pertama, terdiri dari delapan orang tiba pertengahan Maret 2020, kemudian kelompok sisanya menyusul selang beberapa hari setelahnya.
"Rombongan yang pertama datang sudah sebulan lebih. Tanggal 18 April itu dia sudah ada," katanya di Dusun Kocoran.
Rochpradejono menekankan, para WN India itu datang ke tempatnya bukan untuk keperluan menetap. Mereka awalnya cuma silaturahmi bukan untuk menggelar tabligh, lalu transit atau mencari tempat bernaung di Masjid Jami' Al-Itihad karena tidak bisa pulang.
Mencegah hal yang tak diinginkan di tengah masa pandemi, para WN India itu pun tak diizinkan keluar dari masjid. "Di sini dia diisolasi. Di lantai dua masjid," katanya.