Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Paslon Bertarung di Pilkada 2024, Ini Sikap PCNU Bantul

3 Paslon Bertarung di Pilkada 2024, Ini Sikap PCNU Bantul
Ilustrasi Pilkada 2024. (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
  • Tiga paslon bupati Bantul 2024 memiliki "irisan" dengan NU, berusaha tarik simpati warga NU untuk dukungannya.
  • PCNU Bantul tidak berpihak pada paslon manapun, memiliki tim ad hoc PPJ untuk urusan politik praktis.
  • PPJ siap terima kunjungan silaturahmi dari semua paslon, pengurus PCNU yang dukung paslon adalah aspirasi pribadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bantul, IDN Times - Tiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati akan bertarung dalam Pilkada Bantul 2024 mendatang. Menariknya, ketiga pasangan ini memiliki "irisan" dengan Nahdlatul Ulama (NU), sehingga sangat mungkin mereka akan berusaha menarik simpati warga NU untuk meraih dukungan.

1. AD/ART NU tidak boleh mendukung salah satu paslon

Calon bupati Bantul dan calon wakil bupati Bantul, Untoro Hariadi dan Wahyudi Anggoro Hadi mendaftar ke KPU Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)
Calon bupati Bantul dan calon wakil bupati Bantul, Untoro Hariadi dan Wahyudi Anggoro Hadi mendaftar ke KPU Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Rois Syuriah PCNU Bantul, Drs. KH. Damanhuri, menegaskan bahwa siapapun pasangan calon (paslon) yang maju dalam Pilkada akan didukung secara adil. PCNU sendiri, menurutnya, tidak memiliki kapasitas untuk mengajak, menyerukan, atau menghimbau warga untuk mendukung paslon tertentu.

"Soal politik (pilkada), NU memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang mengatur untuk tidak berpihak pada salah satu paslon," ujarnya, Senin (2/9/2024).

2. Urusan politisi praktis urusan PPJ PCNU Bantul

Calon wakil bupati Bantul dan calon wakil bupati Bantul, Joko Purnomo dan Rony Wijaya.(IDN Times/Daruwaskita)
Calon wakil bupati Bantul dan calon wakil bupati Bantul, Joko Purnomo dan Rony Wijaya.(IDN Times/Daruwaskita)

Damanhuri menjelaskan bahwa dalam urusan politik praktis, PCNU Bantul memiliki tim ad hoc yang dinamai PPJ (Pengelolaan Politik Jamaah). PPJ, pada dasarnya, tidak memiliki wewenang untuk mengarahkan warga NU memilih salah satu pasangan calon (paslon). Namun, jika ada paslon yang mendekat untuk bersilaturahmi, itu menjadi hak PPJ.

"Kalau NU dalam urusan praktis maka lempar bola pada PPJ sesuai pertimbangan mereka paslon mana yang lebih bermanfaat bagi warga NU," tuturnya.

Damanhuri menambahkan, NU melalui PPJ siap menerima kunjungan silaturahmi dari semua paslon. Contohnya, paslon Joko-Roni yang datang bersilaturahmi pada Minggu (1/9/2024). Bahkan, jika paslon Halim-Aris ingin bersilaturahmi, PPJ PCNU Bantul juga akan menerima.

"Ya semua paslon yang akan silaturahmi dengan PCNU ya akan kita terima," tuturnya.

3. Titip warga NU pada paslon terpilih

ilustrasi pilkada serentak .(IDN Times/ Foto : Ilustrasi/KPU)
ilustrasi pilkada serentak .(IDN Times/ Foto : Ilustrasi/KPU)

Damanhuri menegaskan bahwa jika ada pengurus PCNU Bantul yang menyatakan dukungan kepada salah satu pasangan calon (paslon), itu adalah aspirasi pribadi dan tidak mewakili organisasi PCNU. Pasalnya, PCNU tidak berpolitik praktis, melainkan berpolitik kebangsaan.

"Kita mendukung agar pilkada berlangsung damai bahkan bagi paslon terpilih maka PCNU juga menitipkan warga NU pada bupati dan wakil bupati terpilih," tandasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hironymus Daruwaskita
Paulus Risang
Hironymus Daruwaskita
EditorHironymus Daruwaskita

Latest News Jogja

See More