3 Jam Lakukan Aksi di Mapolda DIY, Massa Bubarkan Diri

Massa aksi di Mapolda DIY membubarkan diri setelah sempat diusir sekelompok orang dari dua arah.
Aksi digelar sebagai bentuk kemarahan atas meninggalnya pelajar 14 tahun di Maluku yang diduga akibat tindakan anggota Brimob, memicu solidaritas masyarakat Yogyakarta.
Peserta aksi menyatakan kekecewaan terhadap reformasi Polri yang dianggap tidak berjalan, tanpa membawa tuntutan resmi maupun panggung orasi selama demonstrasi berlangsung.
Sleman, IDN Times - Massa aksi yang menggelar aksi di Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), membubarkan diri. Massa aksi sempat diusir sekelompok orang dari sisi timur dan barat Mapolda DIY.
Pasca aksi massa arus lalu lintas di kawasan ring road utara lancar. Namun sekelompok orang masih berjaga di sekitar Mapolda DIY.
1. Alasan aksi demo di Mapolda DIY

Sebelumnya, peserta aksi menggelar demo di Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (24/2/2026). Mereka mengklaim aksi sebagai wujud kemarahan masyarakat buntut meninggalnya pelajar 14 tahun di Maluku akibat dihantam helm oleh anggota Brimob.
“Bentuk kemarahan masyarakat Jogja yang terjadi di Maluku, ada bocah 14 tahun dihantam (helm anggota Brimob hingga meninggal),” ujar salah satu massa aksi Ude.
2. Kritisi reformasi Polri

Ude menambahkan aksi dilatarbelakangi ketidakpercayaan terhadap wacana reformasi Polri yang digaungkan. Bahkan setelah seruan aksi massa Agustus 2025 lalu tidak ada perubahan.
“Gak terjadi itu perubahan-perubahan signifikan. Akhirnya kami sadar yang busuk itu bukan oknum, tapi seluruh institusinya. Jadi aksi ini untuk meluapkan kemarahan masyarakat Jogja,” kata Ude.
3. Tidak ada tuntutan apapun

Aksi ini juga tidak ada panggung orasi maupun tuntutan apapun. “Tidak ada draft tuntutan,” ujar Ude. Diketahui massa aksi datang sekitar pukul 18.00 WIB. Massa aksi yang datang merobohkan pintu pagar Mapolda DIY dan mencoret-coret tembok Mapolda DIY.

















