Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kembali Membara, 21 Kalurahan di Sleman Zona Merah COVID-19

Kembali Membara, 21 Kalurahan di Sleman Zona Merah COVID-19
Peta epidemiologi Kabupaten Sleman 30 Januari 2022. (Dok. Dinkes Sleman)
Share Article

Sleman, IDN Times - Kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman dalam beberapa hari terakhir mengalami penambahan yang cukup signifikan. Dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan, pada Selasa, 1 Februari 2022 saja terjadi penambahan sebanyak 64 kasus COVID-19. Lalu pada hari sebelumnya, juga ada penambahan sebanyak 22 kasus COVID-19.

Penambahan kasus COVID-19 ini juga berdampak pada peta epidemiologi Kabupaten Sleman. Saat ini, ada 21 kalurahan yang masuk dalam zona merah COVID-19, di mana jumlah ini bertambah signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang hanya terdapat 7 kalurahan zona merah.

1. Kalurahan yang masuk dalam zona merah

Ilustrasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Ilustrasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Sebanyak 21 kalurahan yang masuk zona merah, atau risiko tinggi ini meliputi Kalurahan Bangunkerto; Candibinangun, Caturtunggal; Condongcatur; Donokerto, Madurejo; Maguwoharjo; Margorejo. Kemudian; Minomartani; Sardonoharjo, Sariharjo; Sendangadi; Sinduadi, Sinduharjo; Sukoharjo; Tamanmartani, Tirtomartani. Lalu Tlogoadi, Wedomartani; Widodomartani dan Wukirsari.

Selain 21 Kalurahan menjadi zona merah, ada juga satu Kalurahan zona oranye atau risiko penularan sedang. Yaitu, Mororejo. Selain Kalurahan yang disebutkan, lainnya masuk zona kuning dan hijau.

2. Selter isolasi di Sleman mulai banyak terisi

Ilustrasi ruang Isolasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Ilustrasi ruang Isolasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Meningkatnya kasus COVID-19 di Sleman selain berimbas pada meluasnya kalurahan berzona merah, juga berpengaruh terhadap keterisian penghuni dua selter isolasi yang disediakan oleh Pemkab Sleman. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Makwan mengungkapkan, pada 1 Februari 2022 malam, setidaknya ada sebanyak 71 orang yang menjalani isolasi di selter.

"1 Februari 2022, pukul 20.00 WIB jumlah 71 orang (penghuni shelter). Terdiri dari Asrama Haji 68 pasien dan Rusunawa Gemawang 3 pasien," ungkapnya pada Selasa (1/2/2022).

3. Hasil tracing sekolah dan pelaku perjalanan

Ilustrasi swab test (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Ilustrasi swab test (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Sleman, dr. Khamidah Yuliati, mengungkapkan jika penambahan kasus cukup banyak di Kabupaten Sleman salah satunya berasal dari hasil tracing di lingkungan sekolah swasta di Mlati. Kemudian, ada juga skrining pelaku perjalanan.

"Hasil tracingnya (sekolah di Mlati) dan screening perjalanan," terangnya.

Terkait kasus COVID-19 yang kembali meningkat ini, Yuli pun mengimbau kepada masyarakat supaya jangan lengah dengan protokol kesehatan meskipun sudah divaksin. Menurut dia, yang paling penting adalah disiplin protokol kesehatan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
Paulus Risang
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah

Latest News Jogja

See More

Api Misterius di Seyegan Sleman, Tim UPN Temukan Sumber Gas Metana di Sungai

31 Mei 2026, 09:54 WIBNews