Kasus COVID-19 Sekolah Swasta di Sleman, 40 Orang Positif

1. Ada 28 siswa SMP positif COVID-19

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana menyampaikan, 43 kasus COVID-19 terdiri dari 28 kasus pada siswa SMP, 7 kasus pada siswa SMA dan 5 kasus pada ustaz. Menurut Ery, mayoritas kasus COVID-19 yang ditemukan tidak bergejala serta bergejala ringan.
"Anak-anak kondisinya tidak bergejala dan atau bergejala ringan," ungkapnya pada Senin (31/1/2022).
2. Pembelajaran tatap muka dihentikan sementara

Menurut Ery, usai ditemukan kasus COVID-19, pembelajaran tatap muka di satu kompleks di sekolah swasta tersebut dihentikan sementara. Untuk siswa maupun ustaz yang positif tersebut melakukan isolasi di tempat yang disediakan oleh sekolah, dan sedang dikoordinasikan untuk bisa dipindahkan ke selter yang dikelola Pemkab Sleman.
"Isoman dipindahkan ke Isoter (yang dikelola Pemkab Sleman). Sekolah baru akan mengomunikasikan dengan orangtua, supaya orang lain aman," terangnya.
3. Berawal dari satu siswa luar daerah yang kembali ke sekolah

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan sejauh ini, laporan kasus COVID-19 di lingkungan sekolah hanya ditemukan di sekolah swasta yang ada di Kapanewon Mlati. Menurutnya, kasus ini berawal dari adanya salah satu siswa dari luar daerah yang kembali ke sekolah.
"Ini sekarang isolasi mandiri di sekolah. Baru hari ini nego, kalau bisa di isoter (selter yang disediakan Pemkab Sleman)," paparnya.
















