Wakil Walikota Kota Yogyakarta, Heroe Purwadi. Instagram/Pemkotjogja
Untuk mendeteksi kasus COVID-19 dari orang tanpa gejala (OTG), Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta saat ini gencar melakukan rapid test acak. Di antaranya dilakukan di masyarakat umum. Total warga yang ditetapkan sebagai sampel sebanyak 618 orang yang berasal dari 35 kelurahan di Kota Yogyakarta. Penentuan jumlah sampel di suatu wilayah ditentukan oleh berbagai faktor, di antaranya jumlah kasus di wilayah tersebut dan jumlah penduduk.
Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta, Heroe Purwadi menyatakan setidaknya lima kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang terjadi di Kota Yogyakarta dengan status orang tanpa gejala dirawat di rumah sakit, termasuk pasien pekerja di sektor konstruksi dan keluarganya.
“Karena tidak menunjukkan gejala sakit mengarah ke COVID-19, maka pasien dari orang tanpa gejala akan sulit dideteksi. Makanya, perlu dilakukan kegiatan rapid test dengan sasaran yang lebih luas,” ujar Heroe seperti dilansir dari Antara.
Selain masyarakat umum, kegiatan rapid test dilanjutkan di kafe dan restoran serta kelompok pekerja di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang rentan terpapar virus corona seperti Satpol PP dan Jogoboro (petugas keamanan di Malioboro).