Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hindari Pilih Daging Ini Saat BBQ Agar Tidak Alot, Jangan Salah Pilih

Hindari Pilih Daging Ini Saat BBQ Agar Tidak Alot, Jangan Salah Pilih
Ilustrasi BBQ (pexel.com/Jo jo)
Intinya Sih
  • Brisket tidak cocok untuk BBQ karena serat tebal dan kandungan lemak tinggi, butuh waktu masak lama dengan suhu rendah agar lunak.
  • Sirloin memiliki tekstur keras, rentan kering jika dipanggang terlalu lama, lebih cocok untuk masakan dengan suhu tinggi.
  • Daging paha sapi memiliki serat padat dan kadar lemak rendah, cenderung cepat kering saat dipanggang langsung di atas arang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Barbeku menjadi tradisi wajib yang menemani kemeriahan saat keluarga berkumpul. Meski daging panggang menjadi bintang utamanya, teknik pemilihan potongan daging sering diabaikan. Padahal, salah memilih bagian daging bisa membuat hidangan BBQ terasa keras dan mengecewakan, bahkan setelah dimasak dalam waktu yang lama.

Untuk memastikan BBQ berjalan sempurna, berikut lima jenis bagian daging yang perlu diwaspadai karena teksturnya yang cenderung alot saat dipanggang.

1. Daging sapi bagian sandung lamur (brisket)

ilustrasi sandung lamur atau brisket
ilustrasi sandung lamur atau brisket (pixabay.com/ReinhardThrainer)

Sandung lamur atau brisket sering dipilih untuk masakan berkuah atau yang dimasak lambat (slow cook) seperti rendang. Tapi kalau buat BBQ, bagian brisket bisa jadi tantangan besar. Brisket dikenal punya serat yang sangat tebal serta kandungan lemak yang tinggi. Saat dibakar, serat yang tebal ini gak akan cukup lunak hanya dengan waktu bakar standar BBQ. Akibatnya, daging  brisket bakal terasa alot dan sulit dikunyah.

Masalahnya, brisket membutuhkan waktu masak yang sangat lama dengan suhu rendah untuk melarutkan lemak dan kolagennya. Biasanya, ini dilakukan dengan metode slow-cooking atau smoking selama berjam-jam. Kalau kamu cuma membakarnya di atas arang dalam waktu singkat, bagian luar mungkin terlihat matang, tapi dalamnya tetap keras. Jadi, kalau gak mau acara BBQ-mu kacau karena daging yang keras, lebih baik hindari brisket atau gunakan metode masak yang sesuai.

2. Daging sapi bagian has luar (sirloin)

ilustrasi daging sirloin (pexels.com/Lukas)
ilustrasi daging sirloin (pexels.com/Lukas)

Has luar atau sirloin menjadi bagian yang sering dianggap cocok untuk steak, tapi ini gak berarti selalu pas untuk BBQ. Sirloin punya tekstur yang lebih keras dibandingkan bagian seperti tenderloin atau ribeye. Jika dipanggang terlalu lama, sirloin bisa cepat kering dan kehilangan kelembutannya. Apalagi kalau kamu gak tahu cara mengatur suhu arang, hasil akhir sirloin BBQ bisa mengecewakan.

Sirloin lebih cocok untuk masakan yang membutuhkan waktu masak pendek dengan suhu tinggi. Kalau tetap ingin menggunakan sirloin untuk BBQ, pastikan kamu memotongnya tipis-tipis dan memanggangnya hanya sebentar saja. Tapi, kalau kamu gak yakin dengan teknik masaknya, lebih baik hindari sirloin dan pilih bagian lain yang lebih mudah diolah.

3. Daging paha sapi (round)

beef-inner-thighs-1598197_1280.jpg
Ilustrasi paha sapi (pixabay.com/mp1746)

Daging paha sapi atau round, punya serat yang sangat padat. Bagian ini sering digunakan untuk membuat dendeng atau abon karena lebih mudah diiris tipis setelah dimasak lama. Tapi kalau untuk BBQ, daging paha bisa jadi mimpi buruk buat kamu. Saat dipanggang, serat paha sapi gak punya cukup waktu untuk melunak, sehingga teksturnya tetap alot.

Selain itu, round memiliki kadar lemak yang rendah, jadi dagingnya cenderung cepat kering kalau dipanggang langsung di atas arang. Lemak pada round biasanya membantu menjaga kelembapan daging selama proses masak. Tanpa lemak, daging paha sapi jadi lebih mudah keras dan kehilangan rasa. Untuk BBQ, sebaiknya pilih bagian lain yang lebih berlemak dan empuk, seperti short ribs atau ribeye.

4. Daging iga tanpa lemak (ribs)

ilustrasi LA short ribs (pixabay.com/상범 황)
ilustrasi LA short ribs (pixabay.com/상범 황)

Iga sapi biasanya jadi favorit untuk BBQ karena rasanya yang gurih dan empuk. Tapi kalau kamu memilih iga yang terlalu sedikit lemaknya, hasilnya bisa berbanding terbalik. Lemak pada iga berfungsi melindungi daging dari panas langsung dan membantu menjaga kelembapannya. Tanpa lemak, iga jadi cepat keras saat dipanggang.

Memanggang iga butuh teknik khusus, seperti menggunakan metode indirect grilling atau membungkusnya dengan aluminium foil selama sebagian waktu masak. Ini membantu lemak mencair perlahan dan membuat daging lebih empuk. Jadi, kalau kamu melihat potongan iga yang terlihat sangat bersih tanpa lapisan lemak, sebaiknya pikir-pikir lagi sebelum membelinya untuk BBQ.

5. Daging sapi bagian leher (chuck)

ilustrasi daging Panggang Di Panci Masak Hitam(pexels.com/Valeria Boltneva)
ilustrasi daging Panggang Di Panci Masak Hitam(pexels.com/Valeria Boltneva)

Chuck atau bagian leher sapi punya serat yang sangat tebal dan banyak jaringan ikat. Bagian ini biasanya digunakan untuk olahan yang dimasak lama seperti semur atau sup. Kalau kamu coba membakarnya langsung di atas arang, daging ini bakal sulit matang dengan sempurna. Jaringan ikatnya butuh waktu lama untuk melunak, dan kalau gak sabar, hasil akhirnya bakal keras dan alot.

Meski chuck punya rasa yang kaya, cara masaknya harus benar-benar diperhatikan. Untuk BBQ, chuck lebih cocok diolah terlebih dahulu dengan metode slow-cooking atau marinasi lama sebelum dipanggang sebentar. Kalau langsung dibakar tanpa persiapan, kamu mungkin malah frustrasi dengan tekstur daging yang keras.

Jangan biarkan momen malam berkumpul bersama keluarga terganggu oleh menu BBQ yang tidak sempurna. Memilih potongan daging yang pas adalah langkah krusial untuk memastikan kelezatan dan tekstur yang pas di setiap gigitan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest Food Jogja

See More