Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Wedang Uwuh Jogja Disebut 'Sampah'? Ini 5 Fakta di Baliknya
ilustrasi wedang uwuh (commons.wikimedia.org/M Joko Apriyo Putro)
  • Wedang uwuh adalah minuman rempah khas Yogyakarta berwarna merah dari kayu secang, berisi jahe, daun cengkeh, kayu manis, dan daun pala yang dipercaya menghangatkan tubuh.
  • Nama 'wedang uwuh' berasal dari tampilannya yang penuh dedaunan dan rempah utuh menyerupai sampah, di mana 'wedang' berarti minuman dan 'uwuh' berarti sampah dalam bahasa Jawa.
  • Minuman ini diyakini muncul sejak era Kerajaan Mataram karena ketidaksengajaan di Imogiri, kini populer sebagai produk kemasan UMKM DIY dengan harga terjangkau dan mudah ditemukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu ke Jogja dan memesan segelas minuman berwarna merah menyala dengan isian dedaunan dan rempah-rempah yang mengambang di dalamnya? Selamat, kamu sudah mencicipi wedang uwuh.

Minuman hangat khas Yogyakarta ini bukan cuma soal rasa. Di balik tampilannya yang unik, tersimpan sejarah panjang sejak era Kerajaan Mataram yang bikin minuman tradisional ini tetap bertahan seiring zaman. Berikut ini sederet fakta menarik di balik wedang uwuh yang kamu minum itu

1. Wedang uwuh memiliki warna merah cerah

ilustrasi wedang uwuh (pixabay.com/Fatma Tifa)

Wedang uwuh merupakan minuman rempah khas Yogyakarta. Wedang penuh rempah ini memiliki warna merah identik yang dihasilkan dari kayu secang. Selain kayu secang di dalam wedang uwuh terdapat jahe, daun cengkeh, kayu manis, dan daun pala yang membuat minuman ini beraroma sedap serta memiliki manfaat yang baik bagi tubuh. 

Di Yogyakarta, wedang uwuh menjadi minuman favorit masyarakat saat malam atau cuaca dingin. Sebab, wedang uwuh dipercaya mampu menghangatkan tubuh. 

2. Mirip sampah dedaunan karena rempah utuh

Ilustrasi wedang uwuh (pexels.com/Anna Pou)

Tak seperti minuman lain, tampilan wedang uwuh cukup unik. Karena saat disajikan di dalam minuman hangat ini terdapat aneka rempah di dalamnya. Tampilannya yang padat dan dipenuhi rempah yang utuh. Sehingga rempah-rempah ini sekilas seperti sampah dedaunan di dalam gelas. 

Dari situlah minuman khas Yogyakarta ini dinamai wedang uwuh. Yang bila diartikan dalam bahasa jawa, wedang berarti minuman dan uwuh berarti sampah. 

3. Sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram

Wedang Uwuh (freepik.com/gpointstudio)

Konon, wedang ini tercipta dari ketidaksengajaan yang terjadi saat Raja Mataram yaitu Sultan Agung singgah dan bersemedi di Imogiri, Yogyakarta. Saat berada di sana, beliau meminum wedang hangat yang dibuat oleh prajuritnya. 

Namun secara tak sengaja, minuman tersebut tercampuri oleh dedaunan/rempah yang terbawa angin. Dari situlah wedang uwuh dikenal dan hingga kini menjadi minuman rempah khas Yogyakarta. 

4. Tersedia dalam produk kemasan

ilustrasi wedang uwuh (pexels.com/pexels)

Dikenal berasal dari Yogyakarta dan memiliki manfaat baik bagi tubuh, wedang uwuh semakin mudah dicari karena sudah hadir dalam produk kemasan yang dijual di berbagai platform e-commerce nasional. Jadi, kamu bisa menikmatinya tanpa harus ke Yogyakarta. 

Selain itu, wedang uwuh juga menjadi salah satu produk UMKM unggulan DIY. Tak heran bila popularitas wedang uwuh kian eksis dan menjadi salah satu andalan masyarakat Yogyakarta. Baik untuk dikonsumsi sendiri atau dijual lagi. 

5. Disajikan dengan gula batu dengan harga terjangkau

ilustrasi wedang uwuh (freepik.com/8photo)

Meski termasuk minuman rempah rasa wedang uwuh tidak pahit. Karena saat membuat wedang tradisional ini menggunakan gula batu di dalamnya. Berbeda dari lainnya, gula batu dikenal cukup baik untuk kesehatan, lho. Bahkan gula jenis ini tidak membuat serak tenggorokan, meski rasanya manis. 

Cukup mudah, untuk menemukan dan mencicipi wedang uwuh di Yogyakarta, lho. Karena banyak kedai minuman dan tempat makan yang menyediakan wedang rempah ini sebagai salah satu menu. Harganya pun sangat terjangkau, lho. 

Wedang uwuh bukan sekadar minuman penghangat tubuh biasa. Dari namanya yang berarti "sampah", lahirnya yang tak disengaja di Imogiri, hingga kini jadi oleh-oleh ikonik Jogja yang bisa ditemukan di mana-mana. Kalau kamu ke Jogja, jangan pulang sebelum nyeruput wedang uwuh yang asli, ya. Hangat di tenggorokan, segar di hati!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team