Menristekdikti: Mobil Listrik akan Diproduksi Tahun 2025 

Mobil listrik hemat energi, ramah lingkungan

Sleman, IDN Times - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meluncurkan prototipe Mobil Listrik Garuda UNY pada Jumat (21/6) malam.

Mohamad Nasir mengapresiasi inovasi mahasiswa UNY yang berhasil membuat prototipe mobil listrik. Ia mengatakan mobil listrik adalah kendaraan masa depan yang saat ini tengah dikembangkan di dunia.

"[Maksudnya] mobil listrik masa depan adalah mobil yang ramah lingkungan, hemat energi, green economy, dan menghindari polusi udara. Di dunia sudah mengarah ke sana. Harapannya di tahun 2025, Indonesia sudah punya mobil listrik sendiri," katanya.

 

Baca Juga: Garuda, Mobil Listrik Buatan Mahasiswa UNY Tidak Menghasilkan Emisi 

1. Pengembangan baterai buatan lokal tengah dilakukan

Menristekdikti: Mobil Listrik akan Diproduksi Tahun 2025 IDN Times/Indrianto Eko

Saat ini, menurut Mohamad Nasir, inovasi baterai buatan dalam negeri sedang dikembangkan agar mobil listrik bisa diproduksi massal.

"Baterai pegang peran 30 sampai 35 persen dari total cost.  Sementara [penelitian] yang sudah jalan dengan UNS. Kalau nanti pengembangan baterai di Morowali sudah jadi, di Halmahera sudah jadi bahan baku di situ, berarti baterai itu sudah ada yang buatan indonesia yang bisa kita gunakan. Ini akan menghemat harga satu mobil listrik," terangnya.

2. Menggandeng pihak industri

Menristekdikti: Mobil Listrik akan Diproduksi Tahun 2025 IDN Times/Nindias Khalika

Mohamad Nasir mengatakan ke depan pihaknya akan berkolaborasi dengan industri buat memproduksi mobil listrik.

"Kalau industri sudah memungkinkan ini perlu kita dorong. Coba sekarang masalah sparepart maka sparepart harus kita gandeng dengan industri yang menghasilkan komponen,. Industri ini bisa BUMN atau swasta murni," katanya.

3. Pengurangan pajak

Menristekdikti: Mobil Listrik akan Diproduksi Tahun 2025 IDN Times/Auriga Agustina

Agar hal ini terwujud, Mohamad Nasir menjelaskan Kemenristekdikti telah menandatangani aturan yang memungkinkan adanya pengurangan pajak yang berlipat bagi industri yang mengembangkan teknologi baru, termasuk kendaraan listrik.

"Kalau ini jalan, industri bisa mengembangkan sehingga kerugian terhadap riset itu bisa di-cover oleh pajak yg dikembalikan pada produsen," jelasnya.

Pada acara peluncuran yang menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis ke-55 Universitas Negeri Yogyakarta tersebut hadir pula Rektor UNY Sutrisna Wibawa, Majelis Guru Besar UNY, dan tim pembuat mobil listrik.

Baca Juga: Wow! Volkswagen Siap Produksi 15 Juta Mobil listrik

Topic:

  • Nindias Khalika
  • Febriana Sintasari

Just For You