Run 'n Shine 2025 (gik.ugm.ac.id)
Setelah diikuti lebih dari 2.449 pelari pada penyelenggaraan tahun 2025, Run'nShine kembali mengusung konsep Sporty & Artsy atau Olahraga dan Olah Rasa. Selain kategori lari 5K dan 10K, peserta diajak menikmati pengalaman multisensori yang memadukan aktivitas fisik dengan seni, musik, hingga kekayaan kuliner khas Yogyakarta.
Atmosfer festival juga akan semakin semarak dengan penampilan Barasuara dalam Morning Music Concert. Selain itu, pengunjung dapat menikmati Active Lifestyle Expo, Sport Expo, Culinary Expo, serta pameran Mampir Gelanggang yang digelar Galeri Bulaksumur pada 18 September hingga 12 Oktober 2026.
"Nah tahun ini kami juga hadir kembali dengan culinary dan penambahnya adalah sport expo. Jadi ini bisa menjadi wahana kalau misalkan habis beli tiket, ambil race pack gitu ya, terus abis itu bisa berbelanja juga untuk menyiapkan lari," kata Gilang, Head of Program Experience GIK UGM.
Pameran seni melibatkan 18 seniman dengan total 63 karya. Selama pameran berlangsung, berbagai agenda seperti Artist Talk, Gallery Activation, hingga ruang dialog antara seniman, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat turut melengkapi rangkaian acara.
Nuansa seni kembali menjadi ciri khas Run'nShine tahun ini. Panitia menggandeng duo seniman Tempa untuk menghadirkan desain eksklusif pada jersey dan medali resmi bertema "Shine Beats".
Visual tersebut menggambarkan pelari yang menyatu dengan lanskap dan landmark Yogyakarta, menghadirkan perpaduan arca, guci, matahari, elemen alam, serta siluet pelari sebagai simbol energi, budaya, dan kebersamaan.
"Manusia yang utuh adalah mereka yang merawat raga dan rasanya secara berimbang. Semangat tersebut yang dibawa Run'nshine, di mana festival ini merupakan perwujudan olahraga dan olahrasa. Di sini, seni ikut berlari, musik ikut bernapas, dan rasa ikut merayakan, semua bertemu dalam satu ruang perayaan utuh," tutur Galih Satrio, Direktur Sedekat Imaji Rupa.