Yogyakarta, IDN Times - Museum Benteng Vredeburg bersama Galeri Nasional Indonesia menghadirkan pameran 'Dari Sudjojono ke Murniasih: Sepilihan Koleksi Galeri Nasional Indonesia' di Gedung D Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, pada 27 Juni-30 Agustus 2026.
Pameran ini menjadi bagian semarak "lebaran seni" di Yogyakarta yang berlangsung bersamaan dengan Jogja Art Weeks dan berbagai agenda seni lainnya.
Sebanyak 28 karya koleksi Galeri Nasional Indonesia diboyong dari Jakarta untuk dipamerkan kepada publik. Koleksi tersebut terdiri 23 lukisan, empat patung, dan satu karya grafis dari 28 seniman Indonesia. Melalui kolaborasi ini, masyarakat Yogyakarta dan wisatawan dapat menikmati karya penting seni rupa Indonesia tanpa harus berkunjung ke ibu kota.
Deretan karya ikonik yang dipamerkan antara lain "Ibuku" (1935) karya S. Sudjojono, "Pasar" (1960) karya Hendra Gunawan, "Potret Diri" (1974) karya Affandi, "Borobudur II" (1982) karya Srihadi Soedarsono, serta "Gadis" (1947) karya Henk Ngantung, hingga "Tebakan Tali Merah" (1973) karya Bagong Kussudiardja.
Untuk karya tiga dimensi yang dipajang antara lain patung kayu "Bosnia" (1985) karya Amrus Natalsya, "Miniatur Monumen Dirgantara" (1963) karya Edhi Soenarso.
Pameran ini mengajak untuk melihat seni menjadi medium yang menghadirkan suara yang sering terpinggirkan dari sejarah arus utama, khususnya ketika banyak narasi sejarah seni Indonesia berfokus pada pencarian identitas nasional.
'Dari Sudjojono ke Murniasih' menunjukkan perjalanan seni rupa Indonesia bukan hanya tentang pembentukan bangsa, tetapi juga perjuangan menghadirkan pengalaman hidup yang beragam ke ruang publik.
