Unik, Masjid Bergaya Tionghoa di Malioboro Tempat Teduh di Keramaian Kota

Malioboro selalu jadi alasan utama orang-orang rindu liburan ke Jogja dengan paket lengkapnya, mulai wisata belanja sampai sejarah.
Kamu juga akan menemukan masjid indah di ujung Malioboro, tepatnya di depan Pasar Beringharjo. Sebuah masjid dengan warna ikonik, yaitu Masjid Siti Djirzanah. Penasaran mengapa masjid di Malioboro ini punya gaya arsitektur Tionghoa? Mari kita ulas lebih dalam.
1. Lokasi Masjid Siti Djirzanah

Lokasi Masjid Siti Djirzanah tepat di seberang pintu masuk utama Pasar Beringharjo. Berada di deretan pertokoan Malioboro, yang letaknya berdekatan dengan Teras Malioboro 1.
Alamat lengkap: Jalan Margo Mulyo Nomor 25, Ngupasan, Kapanewon Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam operasional: Buka setiap hari pukul 03.00-20.30 WIB
2. Sejarah berdirinya Masjid Siti Djirzanah

Masjid ini resmi digunakan sejak 10 Agustus 2018. Mempunyai nuansa biru, gak heran kalau Masjid Siti Djirzanah disebut oase di jantung kota.
Dilansir laman Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta, mulanya gedung masjid ini digunakan sebagai toko batik, tanahnya diwakafkan oleh keluarga mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto untuk dijadikan sebuah masjid. Nama Siti Djirzanah diambil dari nama sang ibunda, Siti Djirzanah, sebagai bentuk bakti dan kasih anak-anak.
3. Budaya Tionghoa dalam Masjid Siti Djirzanah

Ada yang unik dari masjid ini, yakni adanya tulisan Mandarin ‘Qingzhensi’ yang berarti masjid. Lalu di bagian bawahnya, terdapat sebuah jam raksasa berbentul bulat yang bisa kamu jadikan patokan saat ingin berkunjung. Pada sisi dinding, terdapat tulisan Arab yang menggunakan kaligrafi dengan garis tegak lurus, tetapi dibuat berlubang.
Sejarah pendirian bangunan masjid memadukan budaya Tionghoa, dimulai seorang takmir masjid bernama Abang Dalil. Awalnya Masjid Siti Djirzanah dibuat dengan sentuhan Timur Tengah, namun menyadari Malioboro adalah kawasan Pecinan dan masih di daerah Ketandan.
Dapat kamu lihat, atap masjid didesain menyerupai kelenteng hingga tidak memiliki kubah seperti masjid lain sebagai bukti adanya asimilasi budaya.
4. Fasilitas dan kegiatan Masjid Siti Djirzanah

Masjid Siti Djirzanah mempunyai fasilitas lengkap di atas lahan 147 meter persegi dengan kapasitas 200 jemaah. Pembagian ruangannya cukup tertata, di bagian lantai atas untuk jemaah pria dan lantai bawah untuk wanita.
Selain menyediakan loker penyimpanan serta sarana ibadah, yaitu sarung dan mukena, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan di Malioboro. Selain untuk salat berjemaah dan tilawah, pengunjung juga bisa mengikuti berbagai kajian menarik yang rutin diselenggarakan.

















