Pieter Huistra Ungkap Keinginan Bertahan Meski PSS Terdegradasi
- Pieter Huistra ingin bertahan di PSS Sleman meskipun terdegradasi ke Liga 2.
- Huistra akan menyesuaikan diri dengan regulasi Liga 2 untuk tetap berkontribusi pada klub.
- PSS Sleman, Barito Putera, dan PSIS Semarang terdegradasi ke Liga 2 setelah persaingan ketat hingga pekan terakhir Liga 1.
Sleman, IDN Times - Pieter Huistra mengungkap keinginannya untuk bertahan di PSS Sleman sekalipun tim terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
PSS gagal lolos dari jerat degradasi usai melakoni persaingan ketat dengan Semen Padang FC dan Barito Putera hingga pekan terakhir Liga 1.
1. Akan melihat regulasi Liga 2

Huistra yang baru didapuk menjadi pelatih PSS sejak pertengahan paruh kedua Liga 1 musim ini, mengutarakan niatnya untuk bertahan di klub, sekalipun harus turun kasta ke Liga 2.
"Niat saya bertahan, tapi tergantung juga peraturan di Liga 2. Jadi saya harus duduk bareng manajemen dan lihat seperti apa peraturan di Liga 2. Atau saya harus ambil peran lain (selain pelatih), saya gak tahu," ujar Huistra.
2. Sebut PSS Sleman miliki masa depan bagus

Huistra menyatakan dirinya memiliki komitmen bersama PSS. Meski menyesal gagal membawa skuad Super Elang Jawa bertahan di Liga 1, ia yakin klub kebanggaan Kabupaten Sleman itu bisa tumbuh menjadi lebih baik lagi.
Huistra percaya PSS memiliki modal sebagai klub yang cukup terorganisir, demikian pula fasilitas serta berbagai potensi lainnya untuk terus berkembang ke arah positif.
"Saya punya komitmen dengan klub ini. Saya percaya klub ini bisa tumbuh di sepak bola Indonesia. Ya itulah alasan saya berlabuh kemari, cuma waktunya kurang baik waktu saya bergabung. Saya percaya klub ini punya masa depan bagus, jika saya bisa berkontribusi di dalamnya, akan saya lakukan," imbuh Huistra.
3. Hasil ketat hingga matchday terakhir

Persaingan tim papan bawah Liga 1 musim ini berlangsung ketat hingga laga pamungkas atau matchday terakhir.
PSS Sleman gagal keluar dari zona degradasi hingga pekan terakhir Liga 1 2024/2025. PSS bersama Barito Putera, menyusul PSIS Semarang yang sudah terlebih dulu turun kasta.
PSS Sleman dan Barito Putera sama-sama meraih kemenangan di laga terakhir. PSS menang telak 3-0 di markas Madura United, sedangkan Barito Putera menundukkan PSIS 2-1. Sayangnya, kemenangan PSS Sleman dan Barito di laga terakhir tak mampu membantu mereka keluar dari jerat degradasi usai Semen Padang menang atas Arema FC 2-0 di Stadion Kanjuruhan.
Kemenangan itu membuat Semen Padang berada di posisi ke-13 klasemen akhir dengan koleksi 36 poin, yang tak mungkin dikejar PSS maupun Barito.
PSS Sleman, Barito Putera, dan PSIS Semarang jadi tiga tim terakhir yang menghuni papan bawah. Mereka harus berjuang di Liga 2 musim depan.