Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PSS Tanpa Striker Murni Saat Lawan Persela, Ini Penjelasan Ansyari

PSS Tanpa Striker Murni Saat Lawan Persela, Ini Penjelasan Ansyari
PSS Sleman menang tipis atas Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Minggu (1/3/2026) malam. (instagram.com/pssleman)
Intinya Sih
  • PSS Sleman menang tipis atas Persela Lamongan lewat gol Irvan Mofu, meski harus bermain tanpa striker murni karena absennya Tocantins akibat akumulasi kartu kuning.

  • Pelatih Ansyari Lubis menegaskan kondisi tanpa penyerang utama bukan masalah besar dan bisa diatasi dengan skema taktik alternatif seperti false nine.

  • Ansyari memastikan pemain PSS sudah terbiasa berimprovisasi secara taktis, sehingga rotasi posisi berjalan lancar dan performa tim tetap stabil di sisa kompetisi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sleman, IDN Times - PSS Sleman berhasil meraih kemenangan krusial dengan mengalahkan tuan rumah Persela Lamongan pada pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026, pada hari Minggu (1/3/2026). Gol tunggal kemenangan Laskar Sembada dihasilkan melalui sontekan Irvan Mofu.

Sayangnya Irvan Movu harus ditarik keluar sebelum babak pertama usai. Situasi ini memaksa tim pelatih PSS melakukan pergantian pemain yang bukan berposisi striker murni. Pasalnya pada pertandingan ini, Tocantins absen karena akumulasi kartu kuning.

1. Bermain tanpa stiker murni

Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis menjelaskan dalam sepak bola situasi seperti ini bukan hal baru. Banyak tim besar yang pernah menghadapi kondisi serupa dan mampu mengatasinya dengan penyesuaian taktik.

“Dalam sepak bola itu sebenarnya bukan masalah besar. Banyak contoh dari tim bermain tanpa striker murni dengan skema false nine, dan itu bisa menjadi referensi bagi kami,” ujar Ansyari Lubis pada hari Senin (9/3/2026).

2. PSS selalu siapkan opsi taktik

Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis. (instagram.com/pssleman)
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis. (instagram.com/pssleman)

Ansyari menambahkan dalam sepak bola segala sesuatunya bisa terjadi kapan saja termasuk kondisi pemain yang tidak selalu berada dalam kondisi ideal. Menurutnya hal tersebut harus diantisipasi dengan mempersiapkan opsi dan improviasi taktik agar tim tetap kompetitif di setiap pertandingan.

“Dengan sisa enam pertandingan ini, semuanya bisa saja terjadi. Mulai dari kondisi pemain dan berbagai situasi lainnya. Karena itu secara taktik kami harus siap melakukan banyak improvisasi,” jelas Ansyari Lubis.

3. Pemain PSS sering dilatih improvisasi taktik

  PSS naik ke peringkat pertama klasemen sementara usai menumbangkan Persipura dalam laga yang dihelat di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (21/2/2026) malam.
PSS naik ke peringkat pertama klasemen sementara usai menumbangkan Persipura dalam laga yang dihelat di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (21/2/2026) malam. (Dokumentasi PSS Sleman)

Lebih lanjut Ansyari menambahkan, improvisasi taktik bakal berjalan bila para pemain sudah mengerti konsep permainan yang diinginkan tim pelatih. Berkaitan dengan hal ini, Ansyari Lubis menilai para pemainnya sudah sering dilatih sehingga proses adaptasi berjalan baik dan cepat.

“Para pemain sudah memahami apa yang menjadi keinginan tim secara taktikal. Jadi ketika ada pemain yang harus dimainkan bukan di posisi aslinya, mereka sudah terbiasa karena di latihan kami juga melakukan berbagai penyesuaian,” ujarnya.

Dengan persiapan tersebut, ia memastikan rotasi posisi pemain tidak menjadi kendala besar bagi tim. Adaptasi yang baik dari para pemain diharapkan mampu menjaga performa tim, meskipun harus tampil tanpa striker murni di lini depan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest Sport Jogja

See More