Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kalah lawan Bhayangkara, Pelatih PSIM Soroti Pemain Kehilangan Fokus

Kalah lawan Bhayangkara, Pelatih PSIM Soroti Pemain Kehilangan Fokus
PSIM menjalani konferensi pers post-match di Stadion Sumpah Pemuda usai kalah dari Bhayangkara FC, Jumat (17/4/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Intinya Sih
  • PSIM Jogja kalah 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam laga tandang pada Jumat, 17 April 2026.

  • Pelatih Jan Paul Van Gastel menyoroti hilangnya fokus dan lemahnya pertahanan PSIM saat menghadapi situasi bola mati di babak kedua.

  • Kapten Reva Adi Utama mengakui tim tampil baik di babak pertama namun kehilangan konsentrasi setelah jeda, dan berjanji melakukan evaluasi untuk laga berikutnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Yogyakarta, IDN Times - Laga tandang PSIM Jogja ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC, Jumat (17/4/2026) gagal mendapatkan poin penuh. Laskar Mataram kalah 2-1.

Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jan Paul Van Gastel, menyoroti babak kedua timnya. Kelengahan barisan pertahanan membuat lawan mampu membalikkan keadaan.

“Pada babak kedua, Anda melihat wajah kedua kami, yaitu saat menghadapi situasi bola mati. Kami kebobolan lagi satu gol dari situasi bola mati. Kemudian, Anda melihat bahwa kami seolah-olah kehilangan fokus. Setelah itu, mereka mencetak gol kedua karena kami tidak menjaga pemain yang berlari memberikan assist,” keluh Van Gastel.

1. Coba bangkit di babak kedua

IMG-20260417-WA0027.jpg
Pertandingan Bhayangkara FC Vs PSIM Yogyakarta di Stadion Sumpah Pemuda, Jumat (17/4/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Selepas tertinggal 1-2, barisan Laskar Mataram mencoba bangkit menerapkan strategi menyerang total. “Setelah tertinggal 1-2, kami mulai bermain lagi dan tampil menyerang secara total. Jelas, karena kami menyerang sepenuhnya, lawan juga mendapat peluang,” papar pelatih asal Belanda tersebut, Jumat (17/4/2026).

“Jika Anda harus mencetak gol, maka Anda harus mengambil risiko. Jadi, pada akhirnya, hasil ini sangat mengecewakan,” imbuhnya.

2. Evaluasi kehilangan konsentrasi dan bola mati

PSIM menjalani konferensi pers post-match di Stadion Sumpah Pemuda usai kalah dari Bhayangkara FC, Jumat (17/4/2026).
PSIM menjalani konferensi pers post-match di Stadion Sumpah Pemuda usai kalah dari Bhayangkara FC, Jumat (17/4/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Senada dengan pandangan sang pelatih, Kapten PSIM Jogja, Reva Adi Utama, menilai permainan berjalan dengan baik di babak pertama. “Ya, pada babak pertama, rencana tim berjalan dengan baik. Kami bisa bermain dengan sangat baik dan mampu mengatasi permainan lawan,” ucap Reva.

Namun ia pun menyesalkan hilangnya konsentrasi pada paruh kedua. Kapten tim tersebut memastikan akan segera mengevaluasi kekalahan ini.

“Di babak kedua, mungkin kami agak kehilangan fokus lagi pada situasi bola mati. Jadi, hal ini harus menjadi perhatian khusus kami untuk diperbaiki pada pertandingan berikutnya,” tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest Sport Jogja

See More