PSIM Gagal Gusur Persebaya usai Ditahan Imbang Persijap 2-2

- PSIM Yogyakarta ditahan imbang 2-2 oleh Persijap Jepara di Stadion Sultan Agung, membuat mereka gagal menggusur Persebaya Surabaya dari posisi ketujuh klasemen Super League 2025/2026.
- Laga berlangsung sengit dengan aksi saling balas gol antara Borja Martinez, Pulga Vidal, dan Ze Valente, serta sempat terhenti akibat insiden mati lampu di stadion.
- Hasil imbang ini membuat PSIM tetap di peringkat kedelapan dengan 38 poin, sementara Persijap naik ke posisi ke-14 setelah menggeser Madura United.
Yogyakarta, IDN Times - PSIM Yogyakarta gagal menggusur Persebaya Surabaya di klasemen sementara Super League 2025/2026 usai ditahan imbang Persijap Jepara pada pertandingan pekan ke-25.
Laga antara PSIM vs Persijap yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, DIY, Rabu (11/3/2026) malam ini diwarnai aksi saling balas gol oleh kedua tim.
1. Gol cepat Persijap, PSIM berbalik unggul di babak pertama
Tim tuan rumah sempat dikejutkan dengan gol cepat Persijap yang dicetak oleh Borja Martinez di menit ke-3. Bruno membawa timnya unggul setelah memaksimalkan umpan Diogo Brito.
PSIM meningkatkan intensitas permainan dan mulai mengambil alih penguasaan bola demi mengejar ketertinggalan. Umpan Riyatno Abiyoso ke Pulga Vidal berbuah gol pada menit ke-16.
Sepakan winger Laskar Mataram itu tak mampu dihalau kiper Persijap, Muhammad Ardiansyah. Skor berubah 1-1.
Selanjutya, laga berlangsung terbuka dengan penguasaan bola yang seimbang.
PSIM mendapatkan kesempatan membalikkan keadaan di menit ke-36 melalui tendangan bebas Ze Valente. Sayang, Adriansyah bisa mengamankan bola yang meluncur lemah.
Akan tetapi, semenit berselang Ze Valente benar-benar membawa PSIM unggul 2-1. Berawal dari Abiyoso yang menusuk dari sisi sayap kiri. Umpannya ke depan gawang Persijap menimbulkan kemelut di kotak penalti, sebelum bola memantul dan jatuh di kaki Ze Valente yang mencetak gol dengan tumitnya.
2. Insiden mati lampu bikin laga berhenti
Dua menit setelah gol PSIM, salah satu tiang lampu SSA mendadak padam. Situasi ini memaksa wasit untuk menghentikan laga selama beberapa menit.
Pertandingan baru dilanjutkan setelah penerangan kembali normal. Duet Abiyoso dan Ze Valente lagi-lagi mengancam gawang Persijap sebelum waktu turun minum. Hanya saja, bola sepakan Ze Valente belum berhasil menjebol gawang Laskar Kalinyamat.
Skor 2-1 untuk keunggulan PSIM bertahan hingga 45 menit pertama usai.
3. Gagal petik kemenangan, tertahan di peringkat 8
PSIM asuhan Jean-Paul van Gastel tak mengendurkan tekanan di babak kedua. Tendangan spekulasi dari Raka Cahyana pada menit ke-56 masih mengenai mistar gawang Persijap. Demikian pula sepakan Savio Sheva di menit ke-58.
Persijap mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat gol dari Iker Guarrotxena pada menit ke-64. Gol ini sempat dianulir karena dinilai berbau offside. Namun, wasit mengesahkan gol ini setelah meninjau VAR.
Persijap bisa saja menambah keunggulan andai gol Borja Martinez di menit ke-80 tak dianulir karena ada pemain sudah berada dalam posisi offside.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan tercipta. Laga berakhir dengan skor sama kuat bagi kedua tim, 2-2.
Tambahan satu poin membuat PSIM gagal menggeser Persebaya di posisi ketujuh klasemen sementara. PSIM tertahan di peringkat kedelapan dengan 38 poin.
Laskar Mataram hanya mampu memperpendek jarak poin menjadi selisih satu angka dengan Persebaya yang dilumat Borneo FC 1-5 akhir pekan lalu.
Sementara Persijap berkat hasil laga ini naik satu peringkat ke urutan 14. Mereka berhasil menggusur Madura United dengan torehan 21 poin.















