Anton Fase (psimjogja.id)
Sayang nasib berbeda dialami Anton Fase. Pemain blasteran Belanda dan Suriname ini alami cedera patah jari kaki. Proses penyembuhan cederanya ternyata lebih lama dari waktu yang diperkirakan. Kelambatan progres ini terjadi karena retak tulang sang pemain belum tertutup rapat secara total.
“Estimasinya sebenarnya enam sampai delapan minggu dari awal cedera. Ternyata proses penyembuhannya memakan waktu lebih lambat dari perkiraan. Faktornya beragam, paling jelas tulangnya retak belum menyambung dengan sempurna. Jadi, dia belum bisa ikut latihan,” imbuhnya.
Selain patah tulang, tim dokter turut menyelesaikan beberapa kasus masalah kelelahan otot ringan. Keluhan fisik ini sempat menimpa Andy Irfan beserta Ghulam Fatkur. “Ada beberapa pemain sempat mengalami ketidaknyamanan pada otot, seperti Gulam dan Andi Irfan. Tetapi mereka berdua juga sudah kembali latihan,” papar Hansel.
Namun Hansel memastikan secara medis hanya Anton saja yang menepi akibat cederanya.