Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Buntut Kartu Merah, Pemain PSIM Fahreza Sudin Disanksi Tiga Laga

Buntut Kartu Merah, Pemain PSIM Fahreza Sudin Disanksi Tiga Laga
Pesepak bola Persita Fahreza Sudin (kanan) berusaha menghalau pesepak bola PSM Makassar Victor Dethan (kiri) dalam lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/12/2024). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/YU
Intinya Sih
  • Pemain PSIM Jogja, Fahreza Sudin, dijatuhi sanksi larangan bermain tiga laga oleh Komdis PSSI akibat kartu merah saat melawan Semen Padang pada 4 Maret 2026.
  • Manajemen PSIM menghormati keputusan sanksi meski mempertanyakan tambahan dua laga, dan mengakui kehilangan Fahreza akan berdampak karena ia merupakan pemain penting tim.
  • Absennya Fahreza dianggap sebagai peluang bagi pemain lain untuk unjuk kemampuan, sekaligus menjaga iklim kompetisi sehat di dalam skuad PSIM Jogja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Yogyakarta, IDN Times - Pemain PSIM Jogja, Fahreza Sudin, menerima sanksi larangan bertanding dalam tiga laga (satu laga dan dua laga sanksi tambahan) dalam pertandingan PSIM selanjutnya.

Sanksi dijatuhkan Komdis PSSI seusai insiden kartu merah dalam laga tandang melawan Semen Padang (4/3/2026).

Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menjelaskan rincian hukuman larangan bermain yang diterima oleh Fahreza.

“Fahreza dipastikan absen dalam 3 pertandingan. Selain sanksi otomatis 1 pertandingan karena kartu merah saat melawan Padang, ia mendapatkan tambahan sanksi larangan bermain di 2 laga dari Komite Disiplin,” katanya.

1. Absen di tiga laga

Razzi menambahkan pemain kelahiran Ternate ini harus absen dalam 3 laga berturut-turut, yakni melawan Persijap Jepara (11/3/2026), Dewa United Banten FC (3/4/2026), dan PSM Makassar (11/3/2026).

“Artinya, ia baru bisa kembali bermain saat kita menghadapi Bhayangkara. Hal ini berlaku setelah tim melewati laga melawan PSM Makassar,” kata Razzi dikutip laman resmi klub, Jumat (27/3/2026).

2. Hormati sanksi yang diberikan

Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna. (IDN Times/Tunggul)
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna. (IDN Times/Tunggul)

Menurut Razzi, Manajemen PSIM merespons hal ini secara objektif dan terbuka. Manajer tim mengaku setuju dengan kartu merah langsung yang didapatkan oleh Fahreza.

“Secara pribadi dan klub, kami sepakat dengan keputusan kartu merah tersebut karena pelanggaran yang terjadi memang berisiko dan berbahaya. Terkait tambahan sanksi dua pertandingan dari Komdis, kami sebenarnya cukup mempertanyakannya,” kata Razzi.

Meski demikian, kata Razzi, Manajemen PSIM tetap patuh pada regulasi kompetisi, walau mempertanyakan terkait sanksi tambahan larangan bermain dua laga untuk Fahreza, mengingat dirinya merupakan salah satu pemain pilar untuk tim.

“Meski begitu, kami menghormati keputusan tersebut. Kehilangan Fahreza untuk tiga pertandingan tentu cukup terasa, mengingat ia adalah pemain reguler penting bagi tim,” jelasnya.

3. Beri kesempatan pemain lain tampil

Razzi melihat absennya Fahreza sebagai sesuatu yang positif bagi pemain lain yang belum memiliki banyak menit bermain untuk tim.

“Mengutip penyampaian tim pelatih, Coach Jean-Paul Van Gastel, situasi ini memiliki dua sisi. Di satu sisi merugikan kedalaman skuad, tetapi di sisi lain, ini adalah kesempatan bagus bagi pemain-pemain lain yang berkesempatan menggantikan Fahreza untuk membuktikan diri,” kata manajer kelahiran Jakarta itu.

Razzi mengaku bahwa iklim kompetisi dalam tim akan berjalan baik, serta semua pemain siap apabila dibutuhkan tim untuk bermain.

“Iklim kompetisi di dalam tim akan berjalan baik. Hal tersebut terjadi karena semua pemain bersaing secara sehat untuk bisa tampil dan mereka semua siap apabila ditunjuk oleh pelatih sewaktu-waktu,” ujar Razzi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest Sport Jogja

See More