Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wajib Pakai Masker, 13 Pasar Rakyat di Sleman Diawasi Satgas COVID-19
Personel Satpol PP saat melakukan patroli ke pasar tradisional. Dok: istimewa

Sleman, IDN Times - Untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 di kawasan pasar tradisional, Pemerintah Kabupaten Sleman telah membentuk satuan tugas (Satgas) yang ditempatkan di pasar rakyat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih menyebutkan, setidaknya sudah ada satgas yang tersebar di 13 pasar rakyat yang ada di Kabupaten Sleman.

1. Bertugas ingatkan pelaku pasar

Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi. IDN Times/Siti Umaiyah

Mae menjelaskan, pembentukan Satgas tersebut bertujuan untuk mengingatkan dan melakukan pemantauan agar para pelaku pasar taat protokol COVID-19. Selain mengingatkan para pelaku pasar, Satgas ini juga melakukan komunikasi secara intens dengan Disperindag apabila dirasa ada hal-hal yang menyimpang dari protokol COVID-19.

"Ada 13 pasar kami yang sudah punya satgas khusus pasar. Jadi mereka yang mengingatkan pengunjung dan pedagang," ungkapnya pada Kamis (2/7).

2. Akan perbanyak Satgas di pasar rakyat

Personil Satpol PP saat melakukan patroli ke pasar tradisional. Dok: istimewa

Mae memaparkan, 13 pasar rakyat yang tekah memiliki Satgas di antaranya Prambanan, Gentan, Cebongan, Gamping, Sleman, Pakem, Tempel. Agar program ini bisa lebih efektif, nantinya pihaknya akan memperbanyak Satgas pasar, baik di pasar milik kabupaten maupun pasar desa.

"Satgas itu terdiri dari Paguyuban, Petugas Disperindag, dan Komunitas Pasar. Jadi mereka saling mengingatkan, kalau istilah jawil tetangga. Kalau tetangga lupa pakai masker, tetangganya njawil," terangnya.

3. Sejauh ini sudah lakukan koordinasi dengan baik

pexela.com

Sejauh ini Satgas yang dibentuk sudah cukup melakukan tugasnya dengan baik. Menurut Mae, dari laporan yang diberikan oleh Satgas, rata-rata pelaku pasar sudah cukup patuh terhadap protokol COVID-19. Hanya memang ada beberapa pedagang di pasar yang beroperasi 24 jam yang terkadang melepas masker lantaran merasa panas.

"Khususnya untuk pasar grosir yang beroperasi 24 jam, sering kali capek atau panas ya. Itu hanya dilaporkan kemudian kita tegur. Kita beri tahu, kalau mereka mau melepas masker ya pas tidak di kerumunan," paparnya.

Editorial Team

Related Article