Sleman, IDN Times - Sebanyak 3.445 atau 6,9 2 persen balita di bawah usia lima tahun di Sleman masuk kategori stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Hal ini mengakibatkan perkembangan anak lebih pendek dibanding usianya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama menyampaikan angka tersebut berdasarkan hasil pengukuran status gizi balita pada tahun 2021 dari sasaran balita sebesar 59.275 bayi dengan jumlah balita yang diukur antropometri sebanyak 49.765 atau 83,96 persen.
"Didapatkan prevalensi angka stunting pada balita sebesar 6.92 persen atau 3.445 anak, sedangkan prevalensi stunting baduta di bawah dua tahun sebesar 6,16 persen atau 1.158 anak," ungkapnya pada Selasa (16/11/2021).
