Ilustrasi petugas medis menggunakan pakaian hazmat (ANTARA FOTO/cnsphoto via REUTERS)
Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih menyebut, anak 11 tahun itu meninggal pada Minggu (19/4) malam saat berada dalam penanganan instalasi gawat darurat (IGD) sebuah rumah sakit yang tak disebutkan.
"Diagnosa pneumonia berat tetapi catatan RS tidak menyebutkan riwayat perjalanan," kata Berty dalam keterangan resminya, Senin (20/4).
Sedangkan satu orang PDP lainnya, meninggal 18 April 2020 lalu. Almarhum adalah seorang laki-laki warga Sleman usia 34 tahun.
"Dia mulai dirawat 17 April 2020. Tidak ada riwayat perjalanan, hanya secara klinis sesak nafas," ungkap Berty.
Tambahan ini membuat jumlah PDP yang meninggal saat masih uji lab berjumlah 15 orang. Hanya bertambah satu dibanding kemarin, lantaran ada yang dinyatakan negatif.