Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
UIN Sunan Kalijaga Peringkat 7 Dunia Religious Studies Versi SCImago
UIN Sunan Kalijaga menempati peringkat ke-7 dunia menurut SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026 by Subject pada bidang religious studies. (Dok. UIN Sunan Kalijaga)
  • UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menempati peringkat ke-7 dunia dalam bidang religious studies versi SCImago Institutions Rankings 2026, menjadi yang tertinggi di antara PTKN Indonesia.
  • Capaian ini didukung ekosistem publikasi ilmiah kuat dengan jurnal bereputasi internasional dan produktivitas riset dosen serta mahasiswa pada isu-isu keagamaan kontemporer yang banyak dirujuk global.
  • Kolaborasi riset internasional dengan institusi seperti University of Oslo dan akademisi Jerman-Korea memperkuat jejaring akademik, mendorong pendekatan interdisipliner, serta meningkatkan daya saing global kampus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta masuk dalam jajaran perguruan tinggi terbaik dunia. Berdasarkan SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026 by Subject pada bidang religious studies, UIN Sunan Kalijaga menempati peringkat ke-7 dunia.

Di tingkat nasional, terdapat empat Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) yang masuk 25 besar dunia, dengan UIN Sunan Kalijaga berada di posisi tertinggi di antara kampus tersebut.

Penilaian SCImago didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kinerja riset sebesar 50 persen, inovasi 30 persen, serta dampak sosial 20 persen. Pemeringkatan ini menggunakan basis data publikasi dan sitasi ilmiah yang terindeks secara internasional, terutama melalui Scopus.

1. Buah dari kerja bersama seluruh civitas akademika

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai hasil itu merupakan buah dari kerja bersama seluruh civitas akademika.

“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kerja keras seluruh civitas akademika atas capaian ini. Insyaallah, prestasi ini akan terus kita pertahankan dan tingkatkan. Yang terpenting, pemeringkatan ini menjadi milestone sekaligus motivasi untuk terus melangkah memajukan kualitas pendidikan tinggi yang bereputasi, berdampak, dan diakui secara internasional,” ujarnya dalam keterangan yang diterima IDN Times.

2. Faktor pendukung capaian

Capaian ini didukung sejumlah faktor, salah satunya ekosistem publikasi ilmiah yang kuat di UIN Sunan Kalijaga. Keberadaan jurnal bereputasi internasional seperti Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, serta jurnal unggulan lain seperti Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an dan Hadis, Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam yang terindeks Q1, dan Jurnal Pendidikan Agama Islam yang terindeks Q2, turut memperkuat visibilitas dan jejaring keilmuan global.

Selain itu, produktivitas publikasi dosen dalam isu-isu keagamaan kontemporer juga berperan. Tema seperti Islam dan demokrasi, gender, ekonomi, syariah, pluralisme, hingga etika publik menjadi bagian dari diskursus global yang banyak dirujuk, sehingga meningkatkan dampak sitasi.

Keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa dalam publikasi ilmiah turut menopang ekosistem tersebut. Produktivitas yang konsisten membentuk klaster keilmuan yang kuat, sehingga capaian ini tidak bersifat sporadis, melainkan terbangun secara sistematis.

3. Peluang tingkatkan daya saing global

Kolaborasi riset internasional juga menjadi faktor penting dalam capaian ini. Sejumlah dosen UIN Sunan Kalijaga terlibat dalam kerja sama dengan berbagai institusi global, di antaranya Norwegian Centre for Human Rights (NCHR) University of Oslo, serta kolaborasi dengan akademisi dari Jerman dan Korea Selatan. Kerja sama ini memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas dan jangkauan publikasi ilmiah.

Selain itu, kekuatan juga terlihat dari ekosistem keilmuan yang terbangun secara terintegrasi di berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, hingga Pascasarjana. Lingkup tersebut menjadi ruang pengembangan kajian religious studies yang bersifat interdisipliner. Pendekatan integratif-interkonektif yang menjadi nilai utama UIN Sunan Kalijaga mendorong dialog antara ilmu keislaman dengan ilmu sosial, humaniora, dan sains.

Ke depan, capaian ini diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat kualitas riset, memperluas kolaborasi internasional, serta menghadirkan kontribusi keilmuan yang berdampak bagi masyarakat. Di sisi lain, capaian ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dan lulusan untuk meningkatkan daya saing global, memperluas akses jejaring akademik internasional, serta memperoleh pengalaman pembelajaran berbasis riset yang relevan dengan perkembangan zaman.

Editorial Team