Uang Menipis Usai Lebaran, Ratusan Pemudik Pilih Program Balik Gratis

- Ratusan pemudik dari DIY, Klaten, dan Kebumen memanfaatkan program Balik Kerja Gratis BPKH untuk kembali ke perantauan tanpa biaya tinggi setelah uang menipis usai Lebaran.
- BPKH menyediakan 15 bus dengan total 675 kursi serta fasilitas lengkap bagi peserta, namun pendaftar mencapai lebih dari 2.700 orang, menunjukkan tingginya kebutuhan arus balik gratis.
- Program ini dinilai membantu pekerja menghemat hingga Rp2 juta dan mendapat dorongan dari DPR agar diperluas kuotanya karena terbukti memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Yogyakarta, IDN Times - Arus balik Lebaran mulai dipadati pemudik yang kembali ke kota perantauan, termasuk ratusan warga yang memanfaatkan program Balik Kerja Gratis dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Di tengah melonjaknya harga tiket usai libur panjang, fasilitas ini menjadi pilihan banyak warga untuk kembali ke perantauan tanpa harus menguras kantong.
Para pemudik yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pun mulai bersiap kembali ke perantauan. Program Balik Kerja Gratis BPKH dimanfaatkan oleh 600-an perantau tidak hanya dari DIY, tapi juga Klaten dan Kebumen Jawa Tengah. Mereka memadati titik keberangkatan Balai Kota Yogyakarta, Senin (23/3/2026).
1. Nyaris kehabisan uang pilih program balik kerja gratis

Salah satunya Dani, warga asal Bantul yang bekerja di Tangerang, bersama keluarganya memanfaatkan program Balik Kerja Gratis. Dani mengaku uangnya hampir habis untuk berbagai keperluan mudik di Pleret, Bantul.
Ia menyebut dengan program ini, bisa menghemat Rp1 juta lebih. “Untuk empat orang bisa sampai Rp1,5 juta. Program ini juga gampang untuk daftarnya, tapi memang harus cepat, karena peminatnya banyak,” ungkap perempuan 40 tahun itu.
Tidak jauh berbeda dengan Dani, perantau asal Yogyakarta, Ngainur Rofiq, yang mengaku dengan program ini bisa menghemat hingga Rp800 ribu. Ia yang akan kembali bekerja ke Bekasi mengaku senang dengan adanya program ini.
“Ini sangat membantu, bisa langsung pulang istirahat, lalu berangkat kerja lagi,” ucapnya.
2. Mudahkan para perantau kembali bekerja

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, mengungkapkan program ini lahir dari realitas di lapangan, di mana tak sedikit pemudik yang kehabisan ongkos setelah merayakan Lebaran di kampung halaman. “Setelah Lebaran, banyak masyarakat yang kehabisan biaya. Tadi juga banyak yang menyampaikan terima kasih karena uang saku mereka sudah habis,” ujarnya.
Tahun ini, BPKH menyediakan 15 bus dengan total sekitar 675 kursi untuk mengangkut peserta kembali ke Jakarta dan sekitarnya. Fasilitas yang diberikan pun cukup lengkap, mulai dari kaos, makanan, snack, hingga suvenir. Program yang telah memasuki tahun keempat ini terbukti semakin dibutuhkan masyarakat.
Tingginya minat terlihat dari jumlah pendaftar yang jauh melampaui kapasitas. Dari Yogyakarta saja, lebih dari 2.700 orang mendaftar, hampir empat kali lipat dari kuota yang tersedia. Kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa kebutuhan akan program arus balik gratis masih sangat besar.
Para peserta yang diberangkatkan datang dari beragam latar belakang, mulai dari karyawan pabrik, staf kantor, office boy, hingga pekerja sektor informal. Mereka memiliki satu kesamaan, harus kembali bekerja di wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, hingga titik-titik transportasi utama seperti Kampung Rambutan dan Pulogadung.
3. Beri dampak nyata dan perlu dilanjutkan

Anggota Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menilai program arus balik gratis ini memberikan dampak nyata bagi para pekerja, terutama dari sisi penghematan biaya. “Satu keluarga, pengeluaran bisa ditekan hingga Rp1,5 juta sampai Rp2 juta, angka yang cukup signifikan setelah kebutuhan membengkak selama mudik Lebaran,” kata Singgih.
Ia pun mendorong agar program serupa ke depan dapat diperluas, baik dari sisi kuota maupun kolaborasi dengan lebih banyak instansi. Tingginya minat masyarakat dinilai menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan akan fasilitas arus balik gratis masih sangat besar, sehingga penambahan armada menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan.

















