Aksi budaya dan ogoh-ogoh di depan kantor KPU DIY. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Tuntutan lainnya dari Patembayan Nusantara adalah meminta KPU profesional dan independen sepanjang penyelenggaraan pemilu yaitu menjadikan seni dan budaya sebagai salah satu materi debat capres-cawapres.
"Karena politik tanpa kebudayaan akan menjadi kering," katanya.
Tuntutan berikutnya, memfasilitasi TPS bagi mahasiswa luar daerah dan serta merekrut petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bersih.
"Penyelenggaraan pemilu, sejuk, damai harus diawali netralitas dari penyelenggara pemilu," tandasnya.
Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi sementara menuturkan, debat capres atau cawapres adalah kewenangan KPU RI sebagai penentu formatnya.
Bagaimanapun, ia mengapresiasi masukan dan dukungan yang diberikan lewat aksi budaya Patembayan Nusantara kali ini. KPU, lanjutnya, sejak semula berkomitmen menjadikan pemilu tahun depan Luber Jurdil.
"Pemilu di Yogyakarta ini kita dorong berinterigtas, profesional, dan berbudaya," kata Shidqi.
Sebelumnya, KPU RI menyatakan debat capres-cawapres bakalan digelar sebanyak lima kali. Diputuskan bahwa debat capres dan cawapres Pilpres 2024 tidak digelar secara terpisah dalam lima kali penyelenggaraan.
KPU menyebut semua paslon akan hadir bersamaan. Walau begitu, tetap ada pembagian proporsi pada lima gelaran debat.
Dari lima kali debat tersebut, tiga di antaranya adalah debat antarcapres dan dua sisanya debat antarcawapres.