Comscore Tracker

85 Karya Jadi Pemenang Lomba Mural Dibungkam Gejayan Memanggil 

Kategori pemenang mulai favorit hingga paling keras kepala

Yogyakarta, IDN Times - Sebanyak 85 karya menjadi pemenang Lomba Mural Dibungkam yang digelar Gejayan Memanggil. Puluhan mural ini telah tersaring dari total sekitar 120 karya terkumpul sejak lomba satire ini dihelat akhir Agustus 2021 kemarin.

"Kami umumkan bertepatan dengan Hari Demokrasi Internasional yang diperingati setiap 15 September," kata Humas Gejayan Memanggil yang namanya minta disamarkan sebagai Mimin Muralis saat ditemui di kawasan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Rabu (15/9/2021).

1. Dibagi 14 kategori

85 Karya Jadi Pemenang Lomba Mural Dibungkam Gejayan Memanggil Lomba mural Gejayan Memanggil . Instagram/gejayanmemanggil

Mimin menjelaskan 85 pemenang atau karya ini terbagi dalam 14 kategori berbeda. Antara lain, Favorit, Paling Memanggil, Paling Nekat, Paling Nyentil, Paling Mengusik, Paling Bisaan, Paling Misterius, Paling Teatrikal, Paling Strategis, Paling Berwarna, Paling Suka Begadang, Paling Hits, dan Paling Keras Kepala.

Kecuali karya terfavorit, pemenang dalam kategori-kategori di atas jumlahnya lebih dari satu.

Karya favorit dipilih melalui diskusi panjang panitia internal dengan pertimbangan mampu memberikan dampak besar bagi dinamika daerah tempat mural tersebut muncul. Sebagai pemenang adalah karya dari @tuvarepstreetwall yang berbasis di Karawang, Jawa Barat.

"Dia mempunyai impact yang besar sampai pemerintah kotanya bikin lomba mural, sampai diajak negosiasi. Teman-teman menolak dan hanya beberapa muralis yang ikut untuk merayakan hari kota tersebut," imbuh Mimin.

Baca Juga: Gejayan Memanggil Gelar Lomba Mural, Karya Dihapus Dapat Nilai Lebih  

2. Seniman paling keras kepala

85 Karya Jadi Pemenang Lomba Mural Dibungkam Gejayan Memanggil Mural bertuliskan "Dibungkam" di Jembatan Kewek, Kota Yogyakarta dihapus. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Seniman asal Kota Yogyakarta, Bamsuck yang pernah bikin geger karena muralnya di tembok bawah Jembatan Kewek pun ditunjuk sebagai salah satu juara Paling Keras Kepala.

Bamsuck, kata Mimin, adalah salah satu seniman yang tak kapok-kapok ketika karyanya dihapus atau ditimpa cat milik aparat. Membuat dirinya paling dicari petugas.

"Oleh karenanya Bamsuck kita masukkan kategori Paling Keras Kepala," tutur Mimin.

Kata Mimin, bukan cuma Bamsuck saja yang sampai harus berurusan dengan aparat. Beberapa ada yang didatangi, lainnya masuk daftar pencarian.

"Karya yang terkumpul dan terseleksi ini banyak sekali, dari Yogyakarta, Jakarta, Banjarmasin, Denpasar atau kota-kota lain. Ada dari Bali, Papua juga ada. Karawang, Tangerang, daerah Sumatera. Banyak pokoknya," urai Mimin.

3. Dua piagam penghargaan

85 Karya Jadi Pemenang Lomba Mural Dibungkam Gejayan Memanggil Pengumuman pemenang mural Gejayan Memanggil. IDN Times/Tunggul Damarjati

Mimin melanjutkan para pemenang lomba ini diberikan hadiah pernak-pernik dari panitia kompetisi berupa jaket atau kaos. Selain itu juga bermacam-macam barang hasil sumbangan para warganet yang mendukung Lomba Mural Dibungkam. Seperti voucher belanja, hasil perkebunan, makan gratis, sepatu, dan lain sebagainya.

Semua hadiah itu sebagai bentuk apresiasi sebagai upaya menyuarakan kritik dan gagasan lewat seni di tengah derasnya anggapan vandalisme provokatif.

"Lomba ini merepresentasikan suara seniman dalam menangkap perasaan kita hari ini. Karenanya kami anggap semua adalah pemenang sehingga perlu ada penyerahan simbolis tembok-tembok yang punya peristiwa seperti di Jembatan Kewek dan Perempatan Tukangan," sebut Mimin.

Piagam ini menurutnya adalah simbol penghargaan terhadap tembok yang merekam beragam aspirasi masyarakat sekaligus bentuk perlawanan kepada aparat yang kian represif menyikapi kritik di dinding.

"Kita pilih Tukangan dan Kewek karena banyak dimural, dihapus, dimural, dihapus, dan itu menjadi hal yang paling sakral. Kami tahu piagam itu akan diamankan oleh aparat karena mengusik dan jadi musuh. Ketika diambil, maka menandakan isi piagam itu, yakni kemunduran demokrasi kita," jelas dia.

Baca Juga: Mural Satire Dihapus, Pakar UGM: Sama Kritik Sosial kok Gerah?

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya