Ketua DPD II Golkar Bantul, Paidi(nomor 2 dari kanan). IDN Times/Daruwaskita
Sementara, Ketua DPD II Golkar Bantul, Paidi mengatakan semua kandidat yang mendaftar ke Partai Golkar, baik bakal calon (balon) bupati dan balon wakil bupati, masih memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh rekomendasi dari DPP Partai Golkar.
"Termasuk Pak Totok Sudarto yang mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati melalui Golkar yang dipinang mewakili Suharsono juga peluangnya sama seperti calon lain,"ucapnya.
"Tidak ada istilah ketika sudah dipinang oleh calon bupati kemudian mendapatkan peluang yang lebih besar diusung oleh Partai Golkar dan nantinya berkoalisi dengan Partai Gerindra yang mengusung Suharsono sebagai bakal calon bupati Bantul," lanjutnya.
Paidi mengatakan, penjaringan dan penyaringan balon bupati-wakil bupati akan berpegang teguh terhadap aturan dari DPP sehingga kader maupun non kader akan mendapatkan perlakuan sama.
"Tanggal 1 Maret 2020 kita akan mendengarkan visi misi bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati dan akan ditindaklanjuti dengan mengerucutkan kandidat menjadi 3-5 kandidat balon bupati dan balon wakil bupati untuk dikirim ke DPD I Golkar DIY dan selanjutnya ke DPP Golkar," ujarnya.