Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam peresmian sumber air di Wareng, Wonosari, Gunungkidul. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Gestur lain yang mengundang tawa masyarakat adalah saat Prabowo terlihat rikuh usai menerima pantun terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dari salah seorang lurah.
Momen itu terjadi di tengah acara peresmian bantuan sumur bor dan pipanisasi. Saat itu, Prabowo melakukan teleconference dari Pasar Wareng, Wonosari, dengan para lurah yang daerahnya menerima bantuan dari Universitas Pertahanan.
Satu per satu, para lurah mengapresiasi bantuan sumur bor dan pipanisasi sembari menceritakan kesulitan yang selama ini mereka hadapi karena kekurangan air. Terlebih saat musim kemarau. Salah satu dari mereka sempat melempar pantun untuk Prabowo.
"Mudah-mudahan Pak Menteri Pertahanan RI, Pak Prabowo Subianto diberi kemudahan dan cita-citanya yang luhur bisa tercapai," kata lurah tersebut.
"Kami tutup dengan pantun, Pak Menteri. Burung cucak rowo makan padi, Pak Prabowo tahun 2024 pasti jadi. Terima kasih," lanjutnya diikuti riuh tepuk tangan warga.
Prabowo mengapresiasi pantun tersebut pantun tersebut. Namun, bakal calon presiden (bacapres) Partai Gerindra itu mengingatkan bahwa sekarang ini belum waktunya kampanye.
"Ya, terima masih pantunnya. Tapi ini belum musim kampanye, jadi enggak boleh. Awas itu, diawasi ada KPU yang lirik-lirik," ucap Prabowo sambil tersenyum kecil.
Di pengujung sambutannya, Prabowo memberikan pantun balasan untuk beberapa lurah yang sebelumnya melempar pantun untuknya. Bukan cuma satu, tapi Prabowo ketagihan sampai membacakan tiga pantun.
"Ternak pulang ke dalam kandang. Pak tani datang belakangan. Semoga masyarakat menjadi senang. Karena sumber air bersih sudah datang," katanya.
"Satu lagi ya. Kalau makan jangan lupa sambalnya. Ada ikan pepes di atas meja. Mari gunakan air seperlunya. Karena tiap tetes sangat berharga," ujar Prabowo yang meminta kesempatan untuk membacakan satu pantun lagi.