Comscore Tracker

Capaian Rendah, Sleman Lakukan Akselerasi Vaksinasi Booster

Capaian vaksinasi booster masih di angka 10,37 persen 

Sleman, IDN Times - Capaian vaksinasi penguat atau booster di Kabupaten Sleman masih cukup rendah. Hingga saat ini, persentase capaian vaksinasi masih berada di angka 10,37 persen.

Untuk mempercepat angka vaksinasi booster ini, Pemerintah Kabupaten Sleman mulai melakukan akselerasi.

Baca Juga: Dishub Sleman Perketat Pemeriksaan Pelaku Perjalanan

1. Sudah lakukan penjadwalan

Capaian Rendah, Sleman Lakukan Akselerasi Vaksinasi BoosterIlustrasi vaksinasi (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan akselerasi vaksinasi booster sudah dimulai hari ini. Penjadwalan vaksinasi sudah dilakukan hingga tanggal 27 Februari 2022.

"Dalam minggu ini kita sudah membuat jadwal," ungkapnya pada Kamis (24/2/2022).

2. Sehari ada 7 titik vaksinasi

Capaian Rendah, Sleman Lakukan Akselerasi Vaksinasi BoosterPetugas kesehatan memberikan pengarahan kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020) (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Menurut Yuli, dalam sehari akan ada 7 titik vaksinasi. Di mana dalam satu lokasi ditargetkan akan ada 1.500 sasaran vaksinasi booster.

"Dalam 1 hari 7 titik. Kemudian satu titik 1.500 targetnya, tapi untuk hari pertama belum begitu berhasil, sepertinya karena berbarengan dengan kegiatan lain," terangnya.

3. Animo masyarakat untuk booster bisa dibilang lebih rendah

Capaian Rendah, Sleman Lakukan Akselerasi Vaksinasi BoosterIlustrasi vaksin COVID-19 untuk disuntikkan ke penerima vaksin. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Menurut Yuli, bisa dibilang animo masyarakat untuk vaksinasi booster cukup rendah jika dibandingkan dengan vaksinasi dosis 1 maupun 2. Untuk itu, pihaknya meminta bantuan semua pihak untuk bisa menggerakkan masyarakat agar segera mau divaksinasi.

"Kami berusaha terus menjaring masyarakat, tapi yang bisa menggerakkan masyarakat kan yang punya wilayah. Yang punya wilayah itu muspika, kalurahan, capaiannya sampai hari kemarin sekitar 10 sekian persen," paparnya.

Baca Juga: Tak Sembarangan, Pemuda Asal Sleman Pilih Tangkarkan Burung Purba 

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya