Sebelum Gugur di Lebanon, Praka Farizal harus Tinggal di Bunker

- Praka Farizal Rhomadhon, pasukan perdamaian PBB asal Kulon Progo, gugur akibat serangan Israel ke pos UNIFIL di Lebanon pada 29 Maret 2026.
- Sebelum gugur, Farizal sempat melaporkan situasi darurat di Lebanon yang memaksanya sering berlindung di bunker saat sirine tanda bahaya berbunyi.
- Jenazah Praka Farizal dijadwalkan tiba di Indonesia pada 1 April 2026 dan akan dimakamkan di Ledok, Kulon Progo, dekat makam keluarganya.
Kulon Progo, IDN Times - Supinah, ibu dari Praka Farizal Rhomadhon, menceritakan situasi yang dialami putranya saat bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.
Praka Farizal disebut harus menghadapi situasi 'agak' darurat akhir-akhir ini yang membuatnya harus berlindung di dalam bunker.
Praka Farizal gugur akibat serangan yang dilancarkan Israel ke pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat.
1. Sirine tanda situasi darurat meraung
Supinah mengungkapkan bahwa ia dan putranya rutin melakukan panggilan video atau video call setiap hari. Praka Farizal sendiri sudah setahun terakhir ini bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.
Menurut Supinah, meski mereka terus berkomunikasi, putranya melaporkan bahwa situasi di tempatnya bertugas belakangan ini sering disertai suara sirine tanda keadaan darurat. Situasi ini memaksa Praka Farizal dan rekan-rekan harus mengamankan diri dengan cara masuk ke bunker.
"Akhir-akhir ini agak darurat, setiap saat masuk ke bunker, berapa jam, terus nanti kalau aman keluar. Kalau katanya ada sirine itu harus masuk, itu setiap saat itu," kata Supinah saat ditemui di rumah duka, Ledok, Lendah, Kulon Progo pada Selasa (31/3/2026).
2. Mei dijadwalkan pulang

Masa tugas Farizal di Lebanon selesai pada akhir April 2026. Bulan berikutnya atau Mei, ia akan pulang ke Tanah Air. Menurut Supinah, almarhum juga telah membagikan jadwal kepulangannya tersebut.
"Sudah ada jadwal penerbangan, saya sudah dikirimi jadwalnya. Pokoknya bulan Mei, kan dibagi berapa kelompok," ungkap Supinah.
Saat ini, keluarga masih menunggu informasi terbaru terkait pemulangan jenazah Praka Farizal. Setelah tiba, jenazahnya akan dimakamkan di kompleks pemakaman umum di Ledok agar dapat dikebumikan dekat makam kakek dan keluarga.
"Lebih dekat, biar (dimakamkan) sama (dekat makam) kakeknya," pungkasnya.
3. Perkiraan waktu jenazah tiba di Indonesia
Sementara itu, Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma sebelumnya telah menyampaikan jika jenazah Praka Farizal diperkirakan tiba di Indonesia pada Rabu (1/4/2026).
Dyan menjelaskan pihaknya masih berkomunikasi dengan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI terkait rencana pemulangan jenazah.
Dandim menambahkan untuk prosedur pemulangan jenazah, pihak PMPP TNI akan memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Jadi saat ini masih tahap menunggu. Insyallah mudah-mudahan lusa sudah sampai Tanah Air, tapi itu pun kami tetap monitor terkait dengan pemulangan nantinya," ujar Dyan saat ditemui di rumah duka pada Senin (30/3/2026) malam.


















