Ilustrasi lalu lintas ternak. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Sementara itu, Nawangwulan, Plt Kabid Peternakan Dan Kesehatan Hewan DP3 Sleman mengatakan jika dari data yang ada baru ada 36 sapi perah dan 19 sapi potong yang dievakuasi. Sisanya, masih ada sekitar 239 sapi yang belum dievakuasi karena warga masih ada yang enggan.
Untuk itu, pihaknya masih akan terus menyisir pemukiman warga di sejumlah titik, untuk mengedukasi pentingnya upaya evakuasi ternak.
"Evakuasi belum bisa semua. Karena proses edukasi. Karena ada masyarakat yang ternaknya belum mau diturunkan," paparnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto menyatakan, proses evakuasi sapi milik warga sudah dilakukan sejak 9 November 2020. Ternak sapi milik warga ini akan dikelompokkan menjadi ternak produktif dan ternak potong.
"Sekarang produktif di kandang Komunal Singlar. Yang sini (timur Barak Banjarsari) akan kita bangun untuk sapi potong. Saat ini sudah ada rancangan untuk nantinya mengajukan anggaran oleh DP3 ke BPBD," jelasnya.