Sapi di Pundong Bantul Mati Akibat PMK, Petani Kehilangan Tabungan

- Belasan sapi di Bantul mati akibat Penyakit Mulut dan Kaki (PMK)
- Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo mengatakan ada 11 ekor sapi yang mati akibat PMK
- Sebanyak 90-an sapi terpapar PMK di wilayah Bantul, dengan penularan yang cukup masif
1. Sejumlah padukuhan di Seloharjo daerah endemis PMK

Lurah Seloharjo, Mahardi Badrun menyatakan sejumlah padukuhan yang ada di Kalurahan Seloharjo merupakan daerah endemis PMK dan ada beberapa sapi yang mati akibat terpapar PMK.
"Saya tidak tahu jumlah pasti sapi yang mati akibat PMK namun lebih dari dua ekor sapi yang mati akibat PMK," ucapnya, Sabtu (4/1/2024).
Menurutnya peternak sapi sudah berusaha mencari mantri kesehatan untuk mengobati sapi yang terpapar PMK selain memberikan tambahan vitamin pada ternak yang terpapar PMK.
"Peternak juga telah memberikan desinfektan pada kandang sapi yang terpapar PMK termasuk melakukan karantina sapi yang terpapar PMK namun terkadang usaha tersebut gagal dan sapi tak tertolong," ucapnya.
2. Ternak sapi bagi warga ibarat tabungan di bank

Mahardi menjelaskan ternak sapi bagi warga Selopamioro merupakan tabungan yang sewaktu-waktu bisa dijual jika ada kebutuhan mendadak. Matinya sapi akibat PMK membuat kerugian besar bagi peternak.
"Sapi mati itu seperti kehilangan tabungan bagi peternak di Kalurahan Seloharjo. Selain di Seloharjo peternak sapi di Kretek yang terpapar PMK juga cukup banyak banyak sebab berbatasan langsung dengan Seloharjo," terangnya.
3. 11 ekor sapi dilaporkan mati akibat PMK

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo mengatakan dari data yang masuk ada belasan sapi yang mati akibat PMK dan jumlah tersebut berpotensi bertambah.
"Data yang masuk ada 11 ekor sapi yang mati akibat PMK dan kemungkinan bisa bertambah," katanya.
Belasan sapi yang mati akibat PMK tersebar di Kapanewon Pundong dan Kapanewon Kretek atau daerah Bantul selatan yang berbatasan langsung dengan daerah Gunungkidul yang kini juga sedang dilanda PMK.
"Penularan PMK cukup masif dan bisa terjadi karena adanya lalu lintas hewan ternak antar daerah," terangnya.
Data juga menyebut saat ini sekitar 90-an sapi yang terpapar PMK di seluruh wilayah Bantul. Bantuan pemberian vaksin PMK juga telah diberikan sebanyak 250 dosis dan telah disuntikkan ke sapi pada tanggal 30-31/12/2024 yang lalu.
"Kita juga minta kepada peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang, sapi yang terpapar PMK untuk diisolasi termasuk tidak mencampur ternak yang baru datang dengan ternak yang lama atau dipisah terlebih dahulu minimal dua minggu.
"Kita juga melakukan pemantauan di pasar-pasar hewan dan melakukan penanganan jika ada ternak yang terindikasi terpapar PMK," tandasnya.















