Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyakit Mulut dan Kuku Meningkat, Ini Langkah Pemkab Gunungkidul

Penyakit Mulut dan Kuku Meningkat, Ini Langkah Pemkab Gunungkidul
Ilustrasi sapi di Lampung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).
Intinya Sih
  • Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Gunungkidul terus meningkat, dengan 42 sapi mati dan 415 lainnya dinyatakan sebagai suspek PMK.
  • Pemerintah intensifkan vaksinasi dan penyemprotan disinfektan untuk mengendalikan penyebaran PMK, serta mengimbau peternak untuk segera melaporkan sapi sakit atau mati.
  • Langkah pencegahan dilakukan dengan vaksinasi, peningkatan kebersihan kandang, penerapan biosecurity, dan pengadaan vaksin tambahan dari BBVet Wates dan Ditjen Peternakan Kementerian Pertanian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Gunungkidul, IDN Times -  Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di Kabupaten Gunungkidul terus mengalami peningkatan.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, mengintensifkan vaksinasi dan penyemprotan disinfektan di beberapa wilayah untuk mengendalikan PMK pada hewan ternak di wilayah itu agar tidak meluas.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, mengatakan berdasarkan pendataan terbaru tercatat 42 sapi mati dengan indikasi PMK dan 415 sapi lainnya dinyatakan sebagai suspek PMK.
"Penyebaran penyakit ini sudah ditemukan hampir di seluruh kapanewon," katanya.

1. Penyebaran PMK sudah merata

Ilustrasi ternak sapi.(IDN Times/Dok. Pribadi)
Ilustrasi ternak sapi.(IDN Times/Dok. Pribadi)

Menurut Wibawanti berdasarkan laporan yang diterima, penyebaran PMK ini sudah hampir merata. "Oleh karena itu, kami mengimbau kepada peternak untuk segera melaporkan jika menemukan sapi yang sakit atau mati, agar kami dapat segera melakukan penanganan lebih lanjut,'' kata Wibawanti dikutip Antara, Jumat (3/1/2025).

Wibawanti menambahkan DPKH telah melakukan langkah penanganan dengan melakukan vaksinasi. Hingga saat ini, sebanyak 375 dosis vaksin telah disalurkan kepada peternak sapi di daerah yang teridentifikasi terdampak PMK.
"Kami juga memberikan desinfektan untuk digunakan peternak dan mengimbau untuk meningkatkan kebersihan kandang sapi," katanya.

 

2. Penerapan biosecurity sangat penting

Peternak sedang menyuapi sapi yang terinfeksi PMK. IDN Times/Alfi Ramadana
Peternak sedang menyuapi sapi yang terinfeksi PMK. IDN Times/Alfi Ramadana


Wibawati mengutarakan penerapan biosecurity sangat penting dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Ia mengimbau agar peternak mencuci tangan sebelum dan setelah masuk ke kandang, mencuci baju yang digunakan setelah memeriksa sapi, serta memisahkan sapi yang sehat dari yang sakit.

"Dengan langkah-langkah pencegahan yang terus diperkuat, DPKH berharap bisa mengendalikan penyebaran PMK dan mengurangi jumlah sapi yang terinfeksi di wilayah Gunungkidul," katanya.

3. Pemkab gencar lakukan vaksinasi

ilustrasi sapi (pexels.com/Magda Ehlers)
ilustrasi sapi (pexels.com/Magda Ehlers)

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto, mengatakan jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah melakukan vaksinasi dan penyemprotan disinfektan di beberapa wilayah.

"Kami sedang mengupayakan segera pengadaan vaksin, sambil menunggu bantuan dari BBVet Wates dan Ditjen Peternakan Kementerian Pertanian," ujar Heri Susanto.
Heri juga mengimbau kepada peternak menjaga kebersihan kandang dan selalu membersihkan diri sebelum menuju ke kandang yang lain.
"Kebersihan kadang dan lingkungan dapat mencegah meluasnya PMK," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More