Comscore Tracker

Kisah Rinno Si Badut Jalanan, Ditangkap Satpol PP Hingga Jadi Relawan

Masih ingat berbagi meski penghasilannya minim

Bantul, IDN Times - Dari sosok di balik kostum badut jalanan yang sering ditemui di sudut perempatan lampu merah di Yogyakarta, ternyata kita bisa memetik cerita yang menarik.

Adalah Rinno, seorang pemuda asal Cilacap yang berusia 33 tahun di mana kesehariannya bekerja sebagai badut jalanan namun memiliki sifat mulia untuk tetap berbagi dengan sesama.

Baca Juga: Tempat Nasi Gratis Jogja, Siapa pun Dapat Menaruh dan Ambil Makanan

1. Sempat tertipu kala ingin jadi pekerja bangunan

Kisah Rinno Si Badut Jalanan, Ditangkap Satpol PP Hingga Jadi RelawanRinno bersama kostum bonekanya saat ditemui di panti Hafara, Selasa (11/8/2020) - IDN Times/Rijalu Ahimsa

Membuka percakapan dengan IDN Times, Rinno bercerita bahwa awal mula dirinya ke Yogyakarta adalah untuk bekerja sebagai buruh bangunan. Namun nahas, baru beberapa minggu bekerja, mandor di tempatnya bekerja justru kabur. 

"Kalau awal mulanya sebenarnya nggak di jalan mas, awal mulanya saya ke sini dapat tawaran kerja di bangunan terus baru berapa minggu malah ditinggal kabur sama mandornya," ungkapnya saat ditemui di Panti Hafara, kawasan Gambiran, Jetis, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (11/8/2020).

Setelah tertipu pekerjaan tersebut, Rinno mengaku bahwa dirinya lari ke jalanan dan mengenal anak-anak jalanan sambil mengamen gitar dan angklung.

2. Hidup di jalanan, Rinno memutuskan menjadi badut dengan modal kostum dari teman

Kisah Rinno Si Badut Jalanan, Ditangkap Satpol PP Hingga Jadi RelawanKitabisa.com

Keasyikan di jalanan, Rinno bercerita bahwa saat itu dirinya ditawari oleh teman untuk mengamen menjadi badut jalanan. Dirinya pun menyewa kostum badut itu dari temannya.

Rinno mengatakan bahwa saat itu belum banyak badut jalanan seperti saat ini. Dirinya berkata baru ada dua badut jalanan di Yogyakarta, yaitu dirinya dan temannya.

"Kalau badut yang lain kalau dulu kan belum ada mas, dulu baru dua, saya dan teman saya dulu, terus akhir-akhir ini sudah banyak," ucapnya.

Rinno juga menuturkan bahwa lokasi dirinya mbadut adalah di kawasan jalan Parangtritis, Druwo, Ketandan, dan perempatan-perempatan kawasan kota Yogyakarta. 

Rinno mengaku kalau dulu masih ada teman yang menemani, namun saat ini dirinya sendiri. 

3. Penghasilannya tidak banyak, namun tetao ingin berbagi

Rinno menuturkan bahwa penghasilannya mbadut tidak pasti. Sehari dirinya hanya mampu meraup uang sebesar Rp20 ribu–Rp30 ribu saja. Itu pun dia bagi antara kebutuhan dirinya, istri dan anak-anaknya dengan disisihkan untuk orang-orang panti yang membutuhkan.

"Kalau kita mau bersyukur apa yang kita dapat insyaallah semuanya lancar," ungkapnya.

Rinno juga menuturkan bahwa istrinya sudah setuju dan mendukung dirinya menyisihkan penghasilan untuk kaum duafa.

4. Tertangkap Satpol PP menjadikannya tersadar ada banyak orang yang harus dibantu

Kisah Rinno Si Badut Jalanan, Ditangkap Satpol PP Hingga Jadi RelawanRinno bersama kostum bonekanya saat ditemui di panti Hafara, Selasa (11/8/2020) - IDN Times/Rijalu Ahimsa

Keinginan berbagi Rinno tidak datang begitu saja. Dirinya bercerita bahwa pengalaman ditangkap Satpol PP saat mengamen dan direhabilitasi di panti karya memunculkan perasaan ingin berbagi.

"Dulu pas waktu kegaruk Satpol PP itu saya ngelihat kan di sana banyak gelandangan dan orang gila juga di panti karya, itu lho panti yang dari dinas, saya di situ merenung sambil ngelihat-lihat kayak kasihan banget, terus saya pengen banget rasanya berbagi," tuturnya.

Dirinya juga menuturkan bahwa saat itu belum sempat membahagiakan kedua orangtuanya yang sudah tiada, sehingga membahagiakan orang lain dengan berbagi menjadi hal yang menurutnya perlu dilakukan.

5. Dibantu pembina panti, Rinno memutuskan jadi relawan

Kisah Rinno Si Badut Jalanan, Ditangkap Satpol PP Hingga Jadi RelawanRinno bersama kostum bonekanya di depan panti Hafara, Selasa (11/8/2020) - IDN Times/Rijalu Ahimsa

Rinno juga bercerita bahwa saat tertangkap Satpol PP, dirinya dibantu dibebaskan oleh pembina panti Hafara, Chabib Wibowo.

Dirinya ditawari Chabib untuk menjadi relawan panti saja daripada kembali tertangkap Satpol PP. Akhirnya Rinno mau untuk menjadi relawan panti meski masih tetap melanjutkan menjadi badut jalanan.

"Saya pas kebetulan kegaruk, istri saya minta tolong sama bapak Chabib suruh dikeluarin dipindahin ke sini, terus sama bapak Chabib saya ditawarin, daripada kamu nanti ketangkap lagi kamu jadi relawan aja di sini mau nggak? Akhirnya saya mau sambil masih ngamen juga sih," ucapnya.

Di panti, Rinno membantu menghibur warga panti dengan kostum badutnya, sambil membantu kegiatan lain seperti menyuapi lansia yang ada di panti.

Rinno mengungkapkan bahwa dirinya ikut senang saat warga panti merasa terhibur dengan dirinya.

6. Kata-kata almarhumah neneknya menjadi motivasi terbesar bagi Rinno

Kisah Rinno Si Badut Jalanan, Ditangkap Satpol PP Hingga Jadi RelawanKitabisa.com

Setelah dirinya sempat viral, Rinno mengaku bahwa bantuan banyak datang kepada dirinya untuk membantu para lansia dan warga panti. 

"Alhamdullilah sudah banyak mas, dan alhamdulillah juga bantuan dari teman-teman di luar sana sudah tersampaikan," ucapnya.

Rinno menuturkan bahwa bantuan tersebut berupa sembako yang dikelola oleh panti dan dibagi-bagikan bersamanya, baik untuk warga panti maupun lansia di luar panti yang menurutnya masih banyak yang kurang mampu.

Saat ini Rinno mengatakan bahwa dirinya sedang libur mengamen badut di jalanan lantaran fokus membantu panti termasuk mengemas bantuan sembako dan membagikannya.

Rinno berusaha terus menjaga motivasi dan semangatnya untuk berbagi. Dirinya mengatakan bahwa hal yang membuatnya terus termotivasi untuk berbagi adalah ucapan almarhumah neneknya.

"Jadilah orang baik dan bikinlah orang-orang tersenyum dengan kehadiranmu, itu kata almarhum nenek saya dan jadi motivasi saya sampai sekarang," pungkas Rinno.

 

Memperingati HUT ke-75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, IDN Times meluncurkan kampanye #MenjagaIndonesia. Kampanye ini didasarkan atas pengalamanan unik dan bersejarah bahwa sebagai bangsa, kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI dalam situasi pandemik COVID-19, di saat mana kita bersama-sama harus membentengi diri dari serangan virus berbahaya. Di saat yang sama, banyak hal yang perlu kita jaga sebagai warga bangsa, agar tujuan proklamasi kemerdekaan RI, bisa dicapai.

Baca Juga: Kisah Ningram, Bagikan Sate Gratis untuk Sesama demi Pengobatan Anak

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya