Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Relawan Digital DIY, Buat Platform Sebaran COVID-19 yang Mudah Dicerna

Relawan Digital DIY, Buat Platform Sebaran COVID-19 yang Mudah Dicerna
Koordinator Relawan Digital Covid-19 DIY, Krisostomus Nova Rahmanto (kedua dari kiri) bersama tim yang mengembangkan platform sebaran-covid19.jogjaprov.go.id. IDN Times/Istimewa
Share Article

Sleman, IDN Times - Keinginan untuk turut berkontribusi dalam penanggulangan COVID-19, membuat Krisostomus Nova Rahmanto, Koordinator Relawan Digital Covid-19 DI Yogyakarta, bersama dengan 8 pemuda lainnya mengembangkan platform sebaran COVID-19 di DIY. Platform informasi ini dapat diakses melalui laman sebaran-covid19.jogjaprov.go.id.

Alumnus Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjelaskan, berbeda dengan platform lainnya, platform yang mereka buat ini memiliki kelebihan yang tidak banyak dimiliki oleh platform lainnya, yakni menampilkan data yang lebih mudah dicerna, sekalipun bagi mereka yang tidak memiliki literasi data.

1. Dibuat dalam kurun waktu 3 hari

Tangkapan layar tampilan platform sebaran-covid19.jogjaprov.go.id.
Tangkapan layar tampilan platform sebaran-covid19.jogjaprov.go.id.

Kristo, panggilan akrab Krisostomus menjelaskan, platform yang dikembangkannya bersama dengan relawan lainnya ini hanya membutuhkan waktu pengerjaan selama 3 hari. Ide pembuatan platform ini sendiri merupakan usulan dari Daniel Oscar Baskoro, yang sebelumnya juga sempat membuat platform yang dinamai Health Circle.

"Awalnya kita dari teman-teman pegiat digital, teman startup, mahasiswa ilmu komputer yang ada di Jogja kumpul jadi satu. Kita berdiskusi bisa kontribusi apa untuk penanggulangan COVID-19 ini. Ada teman kami yang baru pulang S2 dari Amerika, Daniel, dia usulkan pakai riset saya saja. Kita coba listing itu sebagai platform pemantauan sebaran COVID-19 di DIY. Lalu kita kumpulan teman-teman teknis untuk membuatnya," paparnya pada Rabu (15/4).

2. Tak ada kendala berarti saat pembuatan platform

https://sebaran-covid19.jogjaprov.go.id/resultmaps
https://sebaran-covid19.jogjaprov.go.id/resultmaps

Pada saat pengerjaan platform ini, tidak ada kendala yang cukup berarti, di mana dari Diskominfo DIY turut menyambut dan menyediakan server bagi platform yang akan dikembangkan. Kristo menjelaskan, untuk menyempurnakan platform ini sendiri, tim relawan berusaha untuk melakukan pembaharuan dari sisi optimalisasi teknis, seperti perbaikan algoritma maupun meningkatkan kapasitas.

Dia menjelaskan, platform sebaran COVID-19 ini cukup diminati masyarakat, di mana dulu sempat ada 100 ribu pengakses dalam kurun waktu satu hari.

"Kemarin waktu awal sampai 100 ribu akses per hari. Mungkin kalau sekarang sudah tidak terlalu banyak, mungkin 10-20 ribu per hari," ungkapnya.

3. Mempermudah masyarakat dalam mencerna data

Pixabay.com/terimakasih0
Pixabay.com/terimakasih0

Kristo mengungkapkan, dengan menggunakan platform Sebaran COVID-19 DIY, masyarakat bisa melihat sebaran orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), maupun Positif COVID-19 dari jarak 3, 5, dan 7 km dari lokasi pengguna. Data yang disediakan pun cukup sederhana untuk dibaca.

"Tidak semua orang bisa membaca laporan penyampaian laporan COVID-19, yang biasanya dalam bentuk tabel, kolom, grafik, diagram. Kita mencoba mencari cara bagaimana menyampaikan informasi yang tepat, tapi mudah dicerna masyarakat. Lalu setelah kita lakukan brainstorming, oh orang lebih mudah melihat sebaran berdasarkan lokasinya saja, GPS kan sudah ada di HP masing-masing. Ide berawal dari sana," jelasnya.

4. Berharap platform bisa digunakan di daerah lain

Ilustrasi ruang isolasi. (ANTARA FOTO/Fauzan)
Ilustrasi ruang isolasi. (ANTARA FOTO/Fauzan)

Menurut Kristo, data yang ada di platform sebaran-covid19.jogjaprov.go.id selalu diperbaharui setiap hari. Mulai dari data pasien ODP, PDP maupun Positif COVID-19. Dia berharap, platform yang dia kembangkan bersama teman-temannya bisa dipakai di daerah mana pun, termasuk di luar negeri.

"Kita buka akses kode secara terbuka. Silakan dipakai di mana pun, di daerahnya sendiri-sendiri. Bahkan kita pernah mendapatkan teman dari Afrika, mereka ingin menggunakan ide platform yang berbasis GPS ini. Silakan dipakai, karena kita seluruh dunia sedang mengalami masalah yang sama, penanggulangan COVID-19," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
Paulus Risang
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah

Latest News Jogja

See More

Algoritma Ubah Kondisi Komunikasi di Indonesia, Kualitas Informasi Menurun

28 Mei 2026, 22:28 WIBNews