Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rektor UGM Temui Mahasiswa yang Gelar Kemah Aksi di Balairung

Rektor UGM Temui Mahasiswa yang Gelar Kemah Aksi di Balairung
Sejumlah mahasiswa yang memprotes kebijakan IPI dan UKT UGM masih bertahan dengan tenda kemah mereka di halaman Gedung Balairung hingga Jumat (31/5/2024). (IDNTimes/Febriana Sinta)
Share Article

Sleman, IDN Times - Rektor Univeristas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ova Emilia menemui Aliansi Mahasiswa UGM yang menggelar aksi di Balairung UGM, Jumat (31/5/2024) siang.

Salah satu mahasiswa yang ikut aksi, Gayuh mengatakan aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap uang pangkal. "Sangat sederhana, kami tidak ingin ada uang pangkal di UGM," ucap mahasiswa Filsafat.

 

1. Rektor sebut UGM tidak ada uang pangkal

Rektor Univeristas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ova Emilia menemui Aliansi Mahasiswa UGM yang menggelar aksi di Balairung UGM, Jumat (31/5/2024) siang. (IDNTimes/Yoge  Fadilla)
Rektor Univeristas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ova Emilia menemui Aliansi Mahasiswa UGM yang menggelar aksi di Balairung UGM, Jumat (31/5/2024) siang. (IDNTimes/Yoge Fadilla)

Kepada mahasiswa, Ova menjelaskan UGM tidak terdapat uang pangkal. Diungkapkannya di UGM diberlakukan Sumbangan Solidaritas Pendidikan Unggul (SSPU), SSPU juga hanya diberlakukan untuk penerima UKT teratas atau kategori UKT Pendidikan Unggul.

"Di UGM uang pangkal itu tidak ada, namanya itu sumbangan. Sumbangan SPPU itu hanya untuk paling atas UKTnya," jelas Ova.

Dikatakannya jika ada mahasiswa yang tak mampu dikenai SSPU maka dapat segera disampaikan ke dirinya. "Tunjukkan kalau ada. Akan saya ubah," kata Ova.

2. Sebut pendidikan di UGM berkeadilan

Rektorat Universitas Gadjah Mada (UGM) membubarkan mahasiswa yang menggelar aksi dengan mendirikan tenda di halaman Balairung UGM, (IDNTimes/Herlambang Jati)
Rektorat Universitas Gadjah Mada (UGM) membubarkan mahasiswa yang menggelar aksi dengan mendirikan tenda di halaman Balairung UGM, (IDNTimes/Herlambang Jati)

Ova mengatakan pendidikan di UGM harus berkeadilan. Diharapkan dengan sumbangan tersebut agar yang kaya bisa membantu mahasiswa kekurangan dalam biaya kuliah.

"UKT paling atas adalah UKT mereka yang mampu jadi bukan semua orang, jadi kita harus adil juga," ungkap Ova.

3. Tuntutan mahasiswa

Sejumlah mahasiswa yang memprotes kebijakan IPI dan UKT UGM masih bertahan dengan tenda kemah mereka di halaman Gedung Balairung hingga Jumat (31/5/2024). (IDN Times/Febriana Sinta)
Sejumlah mahasiswa yang memprotes kebijakan IPI dan UKT UGM masih bertahan dengan tenda kemah mereka di halaman Gedung Balairung hingga Jumat (31/5/2024). (IDN Times/Febriana Sinta)

Diketahui sejumlah mahasiswa melakukan aksi menginap di Balairung UGM sejak Senin (27/5/2024). Selain tuntutan soal biaya kuliah yang dirasa mencekik, mahasiswa menuntut Ova bersama gerakan mahasiswa.

Gayuh menyoroti masalah ini tidak lepas karena kebijakan di Pemerintah Pusat. "Kami ingin mengajak dan mungkin memaksa ibu Ova membersamai gerakan mahasiswa untuk menolak implementasi Permendikbud nomor 2 tahun 2024 tentang skema UKT dan IPI," ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Kepala BKKBN Sebut Yogyakarta Daerah Tingkat Gangguan Mental Tertinggi

26 Jun 2026, 23:49 WIBNews