Rektor UGM Temui Mahasiswa yang Gelar Kemah Aksi di Balairung

Sleman, IDN Times - Rektor Univeristas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ova Emilia menemui Aliansi Mahasiswa UGM yang menggelar aksi di Balairung UGM, Jumat (31/5/2024) siang.
Salah satu mahasiswa yang ikut aksi, Gayuh mengatakan aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap uang pangkal. "Sangat sederhana, kami tidak ingin ada uang pangkal di UGM," ucap mahasiswa Filsafat.
1. Rektor sebut UGM tidak ada uang pangkal

Kepada mahasiswa, Ova menjelaskan UGM tidak terdapat uang pangkal. Diungkapkannya di UGM diberlakukan Sumbangan Solidaritas Pendidikan Unggul (SSPU), SSPU juga hanya diberlakukan untuk penerima UKT teratas atau kategori UKT Pendidikan Unggul.
"Di UGM uang pangkal itu tidak ada, namanya itu sumbangan. Sumbangan SPPU itu hanya untuk paling atas UKTnya," jelas Ova.
Dikatakannya jika ada mahasiswa yang tak mampu dikenai SSPU maka dapat segera disampaikan ke dirinya. "Tunjukkan kalau ada. Akan saya ubah," kata Ova.
2. Sebut pendidikan di UGM berkeadilan

Ova mengatakan pendidikan di UGM harus berkeadilan. Diharapkan dengan sumbangan tersebut agar yang kaya bisa membantu mahasiswa kekurangan dalam biaya kuliah.
"UKT paling atas adalah UKT mereka yang mampu jadi bukan semua orang, jadi kita harus adil juga," ungkap Ova.
3. Tuntutan mahasiswa

Diketahui sejumlah mahasiswa melakukan aksi menginap di Balairung UGM sejak Senin (27/5/2024). Selain tuntutan soal biaya kuliah yang dirasa mencekik, mahasiswa menuntut Ova bersama gerakan mahasiswa.
Gayuh menyoroti masalah ini tidak lepas karena kebijakan di Pemerintah Pusat. "Kami ingin mengajak dan mungkin memaksa ibu Ova membersamai gerakan mahasiswa untuk menolak implementasi Permendikbud nomor 2 tahun 2024 tentang skema UKT dan IPI," ujarnya.

















