Ilustrasi mobil PCR (Humas Pemprov Sulsel
Kendati demikian, uji swab massal ini masih tergantung pada kemampuan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP) untuk melakukan uji sampel. Oleh karena itu, kata Agus, perlu dilakukan penyesuaian jumlah uji swab yang dilakukan setiap harinya.
Namun, dua bulan yang akan datang uji swab tidak lagi menggantungkan kemampuan BBTKL-PP. Sebab, Pemkab Bantul akan mengoperasikan satu unit mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) seharga Rp4,6 miliar (sebelumnya ditulis Rp3,5 miliar).
"Kenapa kita pilih mobil? Ya karena lebih efektif dan bisa langsung mendatangi masyarakat. Hasil uji swab pada hari itu juga bisa diketahui dan dalam satu hari bisa menguji 450 sampel uji swab," terangnya.