Sleman, IDN Times – Ajakan mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan lewat #GejayanMemanggil telah beredar sejak Minggu (22/9) malam. Beragam tanggapan yang mendukung dan menolak aksi dengan estimasi massa dua ribu orang yang akan digelar pada Senin (23/9) siang itu juga beredar di media sosial.
Yang mendukung menganggap aksi itu bentuk kepedulian civitas akademika dan masyarakat atas kebijakan pemerintah dan beragam produk hukum yang tidak pro-rakyat. Yang menolak menganggap aksi itu disusupi kelompok-kelompok ormas garis keras. Begitu pula sejumlah kampus merespon #GejayanMemanggil dengan mendukung atau pun melarang mahasiswanya turun ke jalan lewat surat edaran masing-masing.
